oleh

Inovasi Taro, Ubah Tempe Jadi Makanan Berkelas dan Mendunia

POSKOTA.CO – Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kacang kedelai dengan cara difermentasi. Makanan ini memiliki kandungan protein nabati yang tinggi dan kaya akan nutrisi.

Sayangnya, meski memiliki segudang manfaat, di Indonesia tempe seringkali diidentikkan sebagai makanan kelas rendahan. Hal tersebut berbeda dengan negara-negara lain dimana tempe merupakan makanan mewah bahkan dijadikan sebagai pengganti daging.

“Di negara kita, tempe amat mudah diperoleh, harganya juga murah. Karena memang tempe sangat cocok dibuat di Indonesia. Berbeda dengan negara lain, yang proses pembuatannya lebih sulit, sehingga tempe menjadi makanan mewah dan mahal,” kata Dr. Dra. Suliantari, MS, pakar tempe sekaligus staf pengajar ITP FATETA (Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian) Institut Pertanian Bogor pada Press Conference dan Media Experience Taro Tempe, Senin (27/2/2023).

Meski hanya sebagai makanan tradisional, lanjut Suliantari, ternyata membuat tempe prosesnya tidak mudah. Dibutuhkan kebersihan mulai dari proses perebusan, penghancuran kedelai hingga peragian dan penyimpanan. Sebab salah sedikit saja, hasilnya tidak akan sempurna menjadi tempe yang enak.

Diakui, zaman dahulu, orang membuat tempe menggunakan cara tradisional yakni kedelai rebus diinjak-injak hingga hancur. Namun kini sejumlah produsen tempe di Indonesia telah menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar mutu tempe internasional (codex).

Suliantari pun memaparkan, guna menghilangkan rasa bosan saat memakan tempe, masyarakat dapat mencoba berbagai olahan lainnya. “Misalnya keripik tempe, yang mudah untuk dikonsumsi,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, DR. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK, seorang dokter gizi klinis menjelaskan sebagai sumber protein nabati, tempe adalah pilihan yang populer di kalangan masyarakat karena kaya akan nutrisi. Salah satu kandungan nutrisi tempe adalah tinggi protein, vitamin, dan mineral tetapi rendah natrium dan karbohidrat. Selain itu, tempe juga bisa dijadikan banyak olahan.

“Kandungan protein dan kalsium pada tempe setara bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan daging sapi. Selain itu kandungan lemak jenuh dan garam pada tempe lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dokter yang membuka praktek di RSCM ini memaparkan bahwa tempe merupakan makanan super atau superfood asli Indonesia.  Data menunjukkan pada setiap 100 gram tempe setidaknya mengandung 20,8 gram protein, 8,8 gram lemak, 1,4 gram serat, dan 201 kalori. “Sebagai perbandingan, dalam 100 gram daging sapi biasanya hanya mengandung 17,5 gram protein,” jelasnya.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga menginformasikan jika tempe juga baik untuk pembentukan tubuh dan kesehatan pencernaan anak-anak hingga orang tua. “Dengan gizi yang tinggi, tempe diproduksi dengan energi yang lebih rendah dan dijual lebih murah dibanding daging sapi di Indonesia,” paparnya.

Guna meningkatkan konsumsi masyarakat akan makanan tempe, Taro, sebagai salah satu pemimpin pasar di industri snack meluncurkan produk terbarunya Taro Tempe. Produk dengan dua varian rasa tersebut merupakan hasil inovasi dari Taro dengan tetap mengusung konsep petualangan anak-anak.

“Petualangan tanpa batas menjadi cara taro untuk mengajak konsumennya untuk memiliki pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidupnya untuk mengeksplorasi hal-hal baru,” tutur Brand Development Dept Head Taro, Marselus Albert Chandra.

Snack yang telah menjadi kegemaran anak-anak lintas generasi sejak 1984 ini, terus berinovasi dalam mengikuti perkembangan zaman. Petualangan tanpa batas menjadi cara taro untuk mengajak konsumennya untuk memiliki pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidupnya untuk mengeksplorasi hal-hal baru.

Selain anak-anak, konsumen yang sudah dewasa pun dapat merasakan petualangan tanpa batas tersebut. Taro Tempe menjadi titik awal untuk memperkenalkan Tempe yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, menjadi lebih luas baik di pasar Indonesia maupun global.

Masyarakat pun dapat menemukan Taro Tempe dengan mudah di gerai supermarket dan minimarket di seluruh Indonesia.

“Kini, tempe juga dapat dinikmati dengan cara yang lebih seru seperti Taro Tempe. Snack yang terbuat dari tempe asli ini menyajikan rasa dan sensasi petualangan, cocok dinikmati saat santai bersama kaluarga ataupun hang out bersama teman,” tambahnya.

Taro Tempe dibuat dari tempe asli dengan varian rasa Teriyaki Barbecue dan Chicken Onion yang digemari konsumen segala usia. “Taro Tempe bisa jadi teman traveling kawula muda. Praktis untuk dibawa, rasanya enak dan mengenyangkan dan harganya ekonomis. Selama ini tempe lebih banyak diolah sebagai lauk dan masakan. Kini Taro Tempe berhasil memberi nilai tambah pada tempe dan menjadikannya snack kekinian,” tutup Marselus. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *