oleh

KA Argo Bromo Anggrek Kembali Alami Kecelakaan, 4 Meninggal Dunia dan 5 Orang Luka-luka

GROBOGAN-Peristiwa tabrakan maut KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur yang merenggut 16 nyawa dan puluban penumpang luka belum hilang dari ingatan. Jumat (1/5/2026) dini hari kecelakaan maut antara kereta api Argo Bromo Anggrek dengan sebuah mobil minibus kembali terjadi.

Lokasinya di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Empat orang penumpang mobil minibus Avanza nomor polisi H 1060 ZP dilaporkan meninggal dunia.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di jalan Tuko–Sidorejo, tepatnya di Dusun Sugihan. Saat itu mobil Toyota Avanza mengangkut sembilan orang penumpang ditabrak kereta api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat ke timur.

“Benar, empat orang penumpang meninggal dunia,”  kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan Iptu Arie Eko, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, kendaraan Avanza yang membawa rombongan pengantar jamaah haji melaju dari arah selatan menuju utara. Namun saat melintas di perlintasan, mendadak mobil  berhenti di atas rel diduga mesinnya mati secara tiba-tiba.

Saat bersamaan, kereta api Argo Bromo yang melintas dikecepatan tinggi langsung menabrak mobil tersebut. Kereta  menghantam bagian depan kiri kendaraan itu.

Kerasnya hantaman bembuat mobil terpental sejauh kurang lebih 20 meter. Mobil Avanza itu sempat menabrak tiang jaringan telekomunikasi kemudian terjatuh ke area persawahan di sisi selatan rel.

Empat orang penumpang mobil Avanza yang meninggal dunia, yakni Nayla Dwi Kartika (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51) dan Shazia Belvania Mutia (2).

Seluruh korban oleh petugas kepolisian dibantu masyarakat sekitar sempat dilarikan ke Puskesmas Pulokulon I. Namun para korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Dua korban luka parah kini dirawat di RSUD Purwodadi dalam kondisi kritis. Sedangkan korban lainnya menjalani rawat jalan karena lukanya tidak begitu parah.

Pengemudi mobil Avanza maut itu bernama Kardi (50) dinyatakan selamat dari maut dan hanya mengalami luka ringan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan sementara penyebab kecelakaan akibat kurangnya kehati-hatian pengemudi saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Kepolisian mengimbau masyarakat khususnya pengemudi mobil untuk selalu waspada. Pastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api yang tidak dilengkapi palang pintu.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *