oleh

Pesantren BQS Binaan Human Initiative Makin Moncer Menerangi Warga Dusun Singapura Bandung

BANDUNG – Kehadiran Pesantren Baitul Quran Singapura (BQS) di Dusun Singapura, Desa Sumur Bandung, bagai lampu yang moncer  di tengah desa Singapura, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pesantren BQS yang dikelola para insan yang hijrah mengamalkan syiar Islam ini terbukti menebar banyak manfaat bagi warga desa sekitar, terutama kaum dhuafa dan anak yatim.

Hal itu terlihat saat HI Pusat bersama rombongan wartawan  berkunjung ke wilayah program pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Bandung. Menyambut HUT ke-25 HI, organisasi kemanusiaan tingkat internasional ini menyelenggarakan kegiatan Humanitrip 2024 Initiative For Empowerment. Rombongan dipimpin Ade Lukmanul Hakim selaku PR HI Pusat didampingi pengurus HI Cabang Jawa Barat.

Ketua Pembina  BQS Ustadz Achmad Rozi menjelaskan yayasan ini selain membina anak yatim juga melakukan kegiatan ternak sapi, domba, ayam, produksi susu kambing, ikan, cacing, pupuk, biogas, dan lainnya untuk pemberdayaan ekonomi. “Sejak mendapat pendampingan dari organisasi kemanusiaan Human Initiative (HI) pada empat tahun lalu, usaha kami jauh lebih maju,” kata Ustadz Rozi di Pesantren BQS di Dusun Singapura, RT01 RW 12, Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/10).

Pesantren ini berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektare dan di dalamnya terdapat berbagai kegiatan antara lain pendidikan agama bagi anak-anak desa setempat dan berbagai kegiatan ekonomi berbasis peternakan dan perkebunan. “HI sering memberikan pendampingan. Apalagi tiap Idul Adha, peranan HI sangat membantu peternakan di sini. Lima bulan jelang Idul Adha,  HI memberikan ratusan ekor domba untuk dibesarkan di sini, lalu pada hari ‘H’ hewan kurban tersebut dipotong di sini dan dagingnya dibagikan kepada warga sekitar,” kata Ustadz Rozi didampingi Wakil Ketua Pembina Niar Nurnianingsih dan pengurus lainnya.

Kegiatan peternakan ini juga melibatkan sejumlah warga desa sehingga dengan sendirinya turut memberdayakan lingkungan. “Sedangkan pesantren di sini terdapat 30-an tapi mereka tinggal di rumah masing-masing. Tiap hari dari Ashar sampai bakda Subuh mereka belajar agama di sini. Sebagian lagi, ada juga santri di Jakarta,” ujar Rozi yang berprofesi sebagai advokat dan tinggal di Jakarta.

Sejumlah warga Dusun Singapura mengaku sejak hadirnya pesantren dan peternakan BQS Farmfield pada delapan tahun lalu bagai lampu yang menerangi warga desa dan sekitarnya. “Anak-anak yang dulunya susah mencari guru ngaji kini bisa jadi santri di BQS. Begitu juga kegiatan ternak juga sangat membantu warga. Apalagi tiap perayaan Idul Adha, ternak kami dibeli oleh HI lewat BQS, tapi dagingnya dibagikan lagi kepada kami,” kata salah satu warga dibenarkan sejumlah teman-temannya.

Ketua Bidang Usaha HI Cabang Jawa Barat Bustanul Arifin menjelaskan bahwa BQS merupakan salah satu mitra sukses. “Kegiatan peternakan di sini berkembang dengan baik, semoga bisa dicontoh binaan lainnya,” kata Nibras sambil menambahkan HI Cabang Jawa Barat banyak melakukan pendampingan terhadap peternak maupun UMKM, namun perkembangan  BQS yang menonjol.

Public relation HI Pusat Ade Lukmanul Hakim menambahkan bahwa kegiatan Humanitrip 2024 Initiative For Empowerment dalam rangka menyambut HUT ke-25 HI. “Kunjungan ini untuk melihat langsung perkembangan mitra binaan, salah satunya adalah Pesantren BQS yang memiliki usaha ternak dan pertanian,” jelas Ade sambil menambahkan keberadaan HI kini tersebar di 13 kota besar di Indonesia dan 16 negara yang sebagian besar sudah punya kantor di negara masing-masing. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *