JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta tengah berduka atas kepergian untuk selamanya Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi yang menghembuskan napas terakhir di kantornya, Rabu (13/11). Pria berusia 58 tahun ini memang sudah cukup lama mengidap penyakit degeneratif.
Rumah duka keluarga Junaedi yang berlokasi di Wiladatika Residence, Ciracas, Jakarta Timur, sejak tadi malam hingga Kamis (14/11) pagi ini terus berdatangan karangan maupun pejabat dan staf Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan takziah.
Asisten Pemerintahan DKI Jakarta sekaligus Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Sigit Wijatmoko menjelaskan bahwa Bupati Junaedi diketahui meninggal dunia di kantornya pada Rabu sekitar pukul 18.26. “Kebetulan almarhum sedang bertugas di Kantor Penghubung Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu di Gedung Mitra Praja, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Kejadian itu diketahui sejumlah staf yang mana mereka sempat membawa Junaedi ke RSPI di kawasan Sunter. Namun sampai di rumah sakit tersebut, diketahui tubuh Junaedi sudah tidak bernyawa. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, lalu pihak keluarga membawa jenazah pulang ke rumah duka di perumahan Wiladatika.
Sigit menyampaikan, rumah duka berlokasi di Wiladatika Residence, Ciracas, Jakarta Timur. “Untuk pemakaman menurut pihak keluarga akan dikebumikan di kawasan Pondok China, Beji, Depok. Kami sangat berduka atas kepergian beliau yang mendadak ini,” tandas Sigit.
Sekadar diketahui, Junaedi merupakan Bupati Kepulauan Seribu yang menjabat sejak 4 September 2020. Pria kelahiran 5 Desember 1966 ini juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu sejak tahun 2018 hingga tahun 2020. Junaedi juga pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Utara sejak tahun 2017 hingga tahun 2018.
Ratusan karangan bunga belasungkawa, tampak memenuhi rumah almarhum Junaedi di Komplek The Wiladatika Residence Blok A66, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur. Di antaranya dari Pj Gubernur DKI, Teguh Setyabudi, eks Kepala Sekretariat Presiden RI yang juga eks Pj Gubernur DKI, Heru Budi Hartono, dan lainnya. (jo)







Komentar