oleh

Pemkot Tangerang dan KWT Bantu Warga Atasi Dampak Pandemi

POSKOTA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) terus gencar melakukan program percepatan ketahanan pangan, diantaranya dengan memberikan berbagai bibit tanaman produktif kepada warga terdampak Pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan jajaran dari Kecamatan Karang Tengah yang turut memberikan bibit – bibit tanaman secara simbolis di KWT Melati Putih RT 06 RW 03 Kelurahan Pondok Bahar.

Kurang lebih ada 8.900 warga yang terdampak dan diberikan tanaman cabai, terong dan tomat.

“Hari ini kami bagikan 1000 bibit dari KWT langsung ke kelurahan dan nanti kelurahan yang akan membagikan kepada warga. Untuk warga yang mendapatkan bibit, kami kasih tiga bibit setiap warga yang terdampak jadi total polibag yang harus dikumpulkan sekitar 26 ribuan,” kata Camat Karang Tengah, Edi Mahyudi.

Untuk pembibitan, Edi menyebutkan, tidak hanya dilakukan di KWT Melati Putih dan Hijau Daun, namun juga di kantor kecamatan, tentunya dengan bantuan para pegawai di lingkungan kecamatan.

“Jadi setiap hari, kami dibantu sama pegawai di kantor membuat pohon-pohon yang akan didistribusikan ke warga. Mulai dari semai sampai besar kami (pegawai) yang merawat, ada yang bertugas nyiram, pindahin semai dan lainnya,” lanjut Edi.

KWT Melati Putih pun menyambut antusias adanya program ketahanan pangan dari Pemkot Tangerang Dengan demikian, para anggota dapat turut berkontribusi dengan turut menyumbang bibit – bibit ditanam selama kurang lebih satu bulan.

“Pertama dapat amanah ini sih seneng ya, semoga ini jadi ladang pahala kami. Kalo untuk bibit dan media tanam semua dibantu oleh DKP,” kata Ketua KWT Melati Putih, Siti Zubaidah.

Selain dapat menekan biaya sehari-hari, pemberian bibit tanaman juga sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran Covid-19, karena dengan memanfaatkan pekarangan rumah, dapat turut mengurangi interaksi kita keluar rumah untuk belanja.

“Alhamdulillah dapet pohon-pohon ini, biasanya kami ke pasar, cuma karena ada pohon produktif, jadi bisa ambil dari hasil tanam. Lagian untuk kebutuhan sehari-hari cukup terpenuhi kok,” ujar Ayu, Warga Pondok Bahar.

(***/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *