oleh

Minimarket Dekat Pasar Tradisional, Plh Wali Kota Jakpus Akan Teliti Izin

POSKOTA.CO – Di tengah wabah pandemi Covid 19, pembangunan minimarket di wilayah Jakarta Pusat satu – persatu bermunculan di pemukiman warga, seperti di Jalan Kalibaru Timur Raya, yang berdekatan depan pasar Kaget, Poncol, Bungur, Senen, Jakarta Pusat.

Ironisnya, keberadaan toko modern ini, meskipun menabrak peraturan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, namun dibiarkan menjamur.

Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budiman mengatakan, seharusnya Gubernur Provinsi DKI Jakarta dapat menerapkan peraturan mengenai penempatan toko modern sebagaimana yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) nomor: 44/2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perpasaran Swasta di Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pasal 8 Kepgub 44/2004 jo. Pasal 10 huruf a Peraturan Daerah (Perda) DKI nomor: 2/2002 disebutkan bahwa, minimarket dengan ukuran luas lantai 100 m2 hingga 200 m2 harus berjarakan 500 meter (0,5 km) dari pasar lingkungan dan terletak di sisi jalan lingkungan/kolektor/arteri.

Tak hanya itu, kata Budiman para pelaku usaha minimarket juga diminta untuk mematok harga barang yang dijual tidak lebih rendah dari toko, warung, maupun pasar di sekitarnya.

Lanjut tokoh ini menambahkan, bilamana ditemukan pelanggaran atas aturan jarak serta penetapan harga barang, maka, pelaku usaha dapat dijerat dengan pidana denda maksimal Rp. 5 juta dan penjara selama-lamanya 3 bulan. Hukuman atas pelanggaran tersebut dituangkan dalam Pasal 22 [1] Perda DKI nomor: 2/2002.

“Waktu era Gubernur nya Fauzi Bowo pernah dilakukan penutupan salah satu mini market ternama yang berdekatan dengan pasar Gardu Asem Kemayoran yang jaraknya tidak sampai 100 meter di segel dan ditutup. Akhirnya pengusaha mini market itu sendiri yang merasakan kerugian terhadap investasi yang sudah dilakukan,” paparnya, Rabu (9/12/2020).

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi saat dikonfirmasi tentang keberadaan toko modern yang beroperasi di wilayah Jakarta Pusat berjanji akan segera mengecek dan menelusuri keberadaan minimarket tersebut.

“Nanti akan kami cek dan telusuri, apakah ada perizinannya. Karena sampai saat ini saya belum mendapat laporannya dari PTSP maupun Sudin CKTRP Jakpus,” singkatnya melalui ponsel. (van/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *