oleh

Menag Lantik Syahrin Harahap, Rektor UIN Sumut dan Zainal Abidin, IAIN Ambon

POSKOTA.CO -Menteri Agama Fachrul Razi melantik Prof. Dr. Syahrin Harahap, MA dan Dr. Zainal Abidin Rahawarin, M. Si masing-masing sebagai rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dan rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

Bertindak sebagai saksi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dan Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani. Tampak hadir, sejumlah pejabat eselon I dan II, serta Staf Khusus Menag.

Menag dalam amanatnya menegaskan, jabatan sebagai rektor dan ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri tidak semata sebagai “tugas tambahan” bagi seorang pemangku jabatan fungsional dosen negeri. “Tetapi saudara-saudara harus ingat bahwa tugas dan tanggung jawab memimpin perguruan tinggi sama sekali bukanlah “tugas sambilan,”  tegas Menag di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

“Saudara-saudara harus fokus dan mencurahkan segala kemampuan, tenaga, waktu dan pikiran untuk memimpin dan memajukan perguruan tinggi keagamaan negeri,” tandasnya.

Menag mengatakan, tidak banyak kementerian/ lembaga yang diberi mandat oleh negara dan masyarakat untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi dan mengelola perguruan tinggi negeri, seperti halnya kementerian agama dan beberapa kementerian lain yang jumlahnya tidak banyak.

“Kepercayaan dan mandat yang sedemikian besar itu, haruslah kita pelihara dengan membuktikan bahwa kualitas perguruan tinggi keagamaan negeri di bawah Kementerian Agama mampu sejajar dengan kualitas perguruan tinggi umum negeri,” ujarnya.

Menag menambahkan, memimpin perguruan tinggi, bukan sekadar memimpin satuan kerja kependidikan, bukan semata-mata mengelola birokrasi mahasiswa dan dosen. “Tetapi lebih dari itu, saudara menjalankan tugas memimpin lingkungan masyarakat ilmiah dan membina generasi terpelajar bangsa di tengah perubahan dunia dan tantangan yang begitu rupa,” ujarnya

“Jaga integritas ilmiah dan jaga integritas moral di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri serta kembangkan konsep moderasi beragama dengan pijakan keilmuwan yang lebih memadai,” pesannya.(humas/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *