oleh

Kapolsek Pologadung Minta Dagangan Kaki-5 Tutup, Dikasih Ganti Untung Rp200 Ribu

POSKOTA.CO-Sungguh beruntung para pedagang kaki lima (PKL) di Pulogadung, Jakarta Timur. Mereka yang melewati waktu PPKM Darurat pada Sabtu (10/7) malam mendapat uang ganti untung Rp200.000 dari Kapolsek Pulogadung Komp Beddy Suwendi agar menutup dagangannya.

Pemandangan yang mengharukan ini berawal ketika Kompol Beddy beserta jajaran melaksanakan patroli PPKM darurat dan menghimbau para pedagang yang masih buka segera menutup lapaknya. Para pedagang pun panik saat membereskan dagangannya ketika dihampiri Kompol Beddy dan jajarannya.

Kompol Beddy pun menanyakan berapa keuntungan yang didapat setiap malamnya oleh pedagang tersebut. “Untungnya berapa semalam?,” kata Beddy dalam video viral di media sosial, Minggu (11/7/2021). “Nggak nentu sih pak,” jawab salah satu pedagang sambil membereskan barangnya.

Kompol Beddy pun langsung mengeluarkan dompetnya dan menyerahkan sejumlah uang untuk menggantikan keuntungan pedagang tersebut. Pedagang pun terima kasih dan bergegas menutup lapaknya.

“Nih saya gantiin ya tapi ibu sekarang, jangan buka lagi ya tutup,” kata Beddy sambil memberikan sejumlah uang. “Iya terima kasih pak,” kata seorang pedagang.

Tidak hanya itu, Beddy juga mengganti keuntungan pedagang lainnya. Kali ini dia mengganti keuntungan pedagang kopi keliling. “Saya kasih Rp200.000 ya, tapi ibu tutup ya jangan buka lagi ya,” kata Beddy.

“Terima kasih ya pak,” kata pedagang kopi keliling tersebut.

Sembari menutup dagangannya, Beddy pun mengajak tos-an dan mengingatkan akan bahaya covid-19. “Sudah ini PPKM darurat bahaya,” kata Beddy. Netizen pun sontak memuji sikap yang dilakukan Kompol Beddy tersebut. Beberapa netizen komentar positif mengenai tindakan Beddy.

Salah satunya Wahyudin7045, yang menyebutkan bahwa Beddy adalah sosok pemimpin yang patut dicontoh. “Ini baru pemimpin,” kata Wahyudin.

Pujian juga datang dari pemilik akun Khaerulumam15. Dirinya memuji Kompol Beddy yang memberikan solusi saat menyuruh para pedagang untuk menutup lapaknya. “Nah gitu dong ngasih solusi ga kaya yang sebelah main angkut-angkut aja,” kata Khaerul Umam.(omi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *