oleh

Jonatan dan Hendra/Ahsan Kandas di Perempat Final, Skuat Garuda Gagal Tambah Wakil

POSKOTA.CO– Skuat Garuda gagal menambah dua wakil, Jonatan Christie (tunggal putra) dan Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan (ganda putra), ke semifinal turnamen bulutangkis berhadiah total uang satu juta dolar AS Thailand Terbuka 2021, Jumat (15/1/2021), di Impact Arena Bangkok, Thailand.

Jonatan yang menempati unggulan keenam gagal melenggang ke semifinal setelah harus mengakui unggulan keempat Viktor Axelsen (Denmark) dengan dua game langsung 14-21, 21-5. Ia menyerah sesudah bertanding 40 menit.

Tergusur Jonatan menjadikan Skuat Garuda gagal pula memastikan satu tiket ke final sektor tunggal putra. Pasalnya, sebelumnya peluang Jonatan dan Antony akan berduel dalam partai All Indonesian Semifinal akan tergelar andai menang dari Axelsen. Dengan demikian Axelsen akan bertemu Anthony untu berebut tiket final.

Sementara ganda putra andalan Indonesia yang menempati unggulan kedua, Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan, juga gagal ke semifinal. Mereka kandas sesudah menyerah kepada pasangan unggulan ketujuh Choi Solgyu/Seo Seung Jae (Korsel) dengan dua game langsung 16-21, 1921. Mereka menyerah dalam pertandingan 38 menit.

TAK TERBAYANGKAN SAMPAI SEMIFINAL

Pada partai yang lebih dulu, ganda putra pelapis Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, merebut tiket semifinal dengan melanjutkan kejutan mengalahkan ganda senior Marcus Ellis/Chris Langride (Inggris) dengan rubber game 12-21, 21-14 dan 21-15.

Pada permainan melawan pasangan peraih perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016, pada game pertama meski selisih skor cukup jauh, Leo/Daniel menunjukkan kegigihan bermainnya pada game kedua dan ketiga.

Padahal awalnya berangkat ke Bangkok pun, nasib Leo/Daniel belum tentu main. Ternyata, fakta berkata lain. Mundurnya banyak pemain China dan Jepang memberi kesempatan untuk pasangan muda Indonesia ini tampil dalam turnamen pembuka setelah vakum akibat pademi Covid-19 sejak Maret tahun silam.

“Kami tidak pernah membayangkan kami bisa melangkah sejauh ini,”kata Daniel. “Saya tidak ingin bermimpi besar di sini. Karena jika impian itu tidak terjadi, saya akan sangat kecewa. Jadi saya hanya mengambil selangkah demi selangkah. Yang pasti senang dikasih sampai bisa semifinal gini,” imbuh Leo.

Pada babak pertama, Leo/Daniel mengalahkan rekannya M. Shohibul Fikri/Bagas Maulana, 15-21, 29-27 dan 21-13. Lalu pada babak kedua membuat kejutan dengan menyingkirkan seniornya Fajar Alfian/M. Rian Ardianto melalui rubber game 16-21, 21-17 dan 22-20.

Dengan kemenangan tersebut, pasangan Juara Dunia Junior 2019 ini ingin merajut mimpi yang lebih besar lagi. Tidak hanya mengejutkan, mereka pun ingin menjadi juara.

Selanjutnya di babak semifinal, Leo/Daniel akan berhadapan dengan peraih perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Goh V. Shem/Tan Wee Kiong asal Malaysia.

Sementara pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti lolos melaju ke semifinal, setelah menumbangkan pasangan Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje, dengan skor 21-19, 22-20. Meskipun lolos, penampilan unggulan kedua ini belum maksimal.

Sempat tertinggal 0-2 di awal, Praveen/Melati bisa mengungguli skor 8-3 pada menit ketiga. Meski sempat dikejar kembali, gim pertama berakhir 15 menit dengan skor 21-19.

Mathias/Bøje memang bukan lawan yang mudah. Terbukti pada babak 16 besar mereka berhasil mengalahkan unggulan ketujuh asal Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, 21-18, 21-18. Wakil Denmark ini lebih banyak bermain bola pendek, hal ini pun diakui oleh Melati.

“Di interval gim pertama dan kedua kami agak lengah dan tanpa sadar mengubah pola main. Kami banyak ambil poin dari depan, setelah unggul malah jadi main bola panjang jadi enak untuk lawan. Selain itu kita masih banyak mati-mati sendiri,” ujar Melati, pemain berusia 26 tahun itu.

Melati menyadari pada permainan kali ini aksinya kurang maksimal. “Kami masih sering melakukan kesalahan sendiri, masih ceroboh intinya. Untuk besok harus lebih siap dan lebih fokus siapapun lawannya,” tambah Melati.

Pada semifinal turnamen berhadiah 1 juta dolar AS ini, Praveen/Melati akan berhadapan dengan pasangan Perancis Thom Gicquel/Delphine Delrue. Ini merupakan pertemuan kedua setelah Praveen/Melati pernah dikalahkan di Daihatsu Indonesia Master 2020 dengan rubber game, 19-21, 21-14 dan 18-21.

“Untuk bisa menang hari ini, kami menjaga komunikasi dan fokus di lapangan. Tentunya kami sangat senang. Kami akan mempersiapkan diri untuk besok dan kami tahu bahwa kami menghadapi lawan yang tangguh di semifinal,” ungkap Praveen.

Pada sektor tunggal putra, satu wakil Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil maju ke babak semifinal setelah mengalahkan Rasmus Gemke asal Denmark dengan skor 21-14, 19-21 dan 21-5. (dk)

 13 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *