oleh

Jalur Puncak II Sepanjang 54 Kilometer Siap Dikerjakan

POSKOTA. CO – Anggaran pekerjaan jalan Poros Timur Tengah (PTT) atau jalur puncak II diusulkan Bupati Bogor, Ade Yasin ke pemerintah pusat dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Pemkab Bogor menegaskan, pekerjaan Jalan PTT tetap akan melibatkan TNI, guna kelanjutan dan kelancaran proyek tersebut.

Guna memastikan jalur PTT yang mengambil titik nol KM di Hambalang dan berakhir di Cipanas, Cianjur dengan jarak 54 Km, pada hari Rabu, (23/12/2020), Pemkab Bogor bersama Korem 061 Surya Kencana (SK), Kodim 0621 Kabupaten Bogor dan Polres Bogor melakukan penutupan Karya Bakti TNI skala besar yang menelan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2020 sebesar Rp5 miliar. Uang sebanyak ini untuk membuka jalan sepanjang 1.100 meter.

“Kami dari Pemda Kabupaten Bogor tetap mengusulkan biaya pembangunan Jalan PTT atau Puncak II di tahun 2021 mendatang, tetap di anggarkan dari APBD Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor akan melanjutkan pembukaan pembangunan jalan yang menghubungkan antara wilayah Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur,” ujar Sekda Kabupaten Bogor, Burhanudin kepada wartawan Rabu sore.

Burhanudin mengatakan, pembangunan Jalan PTT diperkirakan memakan waktu lebih dari 5 tahun.

Sekda menjelaskan, jika dalam pekerjaan nanti, tidak ada intervensi pembiayaan dari pemerintah pusat atau Pemprov Jawa Barat, maka proyek ini bisa lebih dari lima tahun.

“Untuk membangun jalan baru sepanjang 54 Km, anggarannya perkiraan minimal bisa Rp 1,2 triliun. Agar cepat pekerjaan, kita tetap melibatkan Korem 061 Surya Kencana dan Kodim 0621 Kabupaten Bogor,” ujar Burhanudin sambil menambahkan, pihaknya optimis jalan PTT akan terealisasi, karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.

Iskandar, Ketua Bogoh Bumi Sunda (BBS) mengatakan, pembukaan akses jalan ini melintasi 5 desa yaitu Desa Cibadak, Desa Sukamakmur, Desa Sukamulya, Desa Sirnajaya dan Desa Wargajaya.

“Kami dari BBS ingin berkontribusi positif buat memajukan Kabupaten Bogor. Ini program yang sangat bagus. Apalagi ada pemilik lahan yang dengan sukarela menghibahkan tanahnya, agar program ini terealisasi. Saya pribadi ingin berkontribusi bagi pembangunan di Kabupaten Bogor,”kata Iskandar.

Bagi Iskandar, pembangunan jalur alternatif PTT itu secara faktual diperlukan, karena selain memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah akibat ruas jalan yang tidak lagi menampung volume kendaraan, juga akan tumbuh ekonomi baru di lintasan ini.

“Dengan dibukanya jalan itu, selain mempermudah akses masyarakat dan mengurai kemacetan, juga akan tumbuh ekonomi baru. Akan mendongkrak perekonomian warga pada kondisi pandemi covid-19 saat ini,” ujarnya.

“Ada pihak swasta yang sudah menghibahkan tanahnya untuk jalur PTT. Keterlibatan swasta ini sangat positif. Maka itu BBS merasa perlu untuk secara nyata ikut bersama-sama dengan Pemkab Bogor dan Kodim Kabupaten Bogor, berkontribusi aktif guna mewujudkan program melanjutkan pembukaan jalan tersebut sampai perbatasan Cianjur,” ujar Iskandar. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *