oleh

Jaksa Nilai Pledoi Fikri Salim Justru Pengakuan Kesalahannya

POSKOTA.CO – Nota pembelaan (pledoi) terdakwa Fikri Salim dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan penggelapan dana milik PT Jakarta Medica Center (JMC) dinilai terlalu sempit dan tidak profesional. Padahal kejahatan yang dilakukan terdakwa Fikri terorganisasi dan masif merugikan korban Lucky Azizah cukup besar.

Karenanya jaksa penuntut umum (JPU) menolak semua isi nota pembelaan yang disampaikan penasihat hukum terdakwa Fikri Salim. Argumen bahwa Fikri Salim belum pernah dihukum yang berkekuatan hukum tetap sebagaimana disampaikan dalam nota pembelaan menunjukkan penasihat hukum tidak cermat dan profesional.

Sebab, sebelumnya PN Cibinong telah memvonis Fikri Salim enam tahun. Vonis itu diperkuat Pengadilan Tinggi Jawa Barat hingga kasasi di Mahkamah Agung. “Fikri Salim dihukum dengan hukuman yang sama sesuai putusan pengadilan negeri,” kata Jaksa Penuntut Anita Dian Wardani dalam sidang lanjutan dengan agenda tanggapan jaksa atas pembelaan penasihat hukum Fikri Salim, di PN Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (15/2/2021).

Selain itu, menurut Jaksa, argumen bahwa Fikri Salim adalah suami siri dari korban Lucky Azizah juga sangat tidak berdasar. Sebab, pengakuan tersebut sudah dibantah dengan bukti dari putusan pengadilan hingga Mahkamah Agung bahwa Fikri Salim bukanlah suami siri Lucky Azizah.

Apalagi disebutkan bahwa Fikri Salim menjadi suami siri Lucky azizah pada 2006 hingga 2011. Hal ini sulit dipercayai dan tidak masuk akal, karena saat yang bersamaan Lucky Azizah telah bersuami dengan lelaki lain. “Argumen tersebut sangat sembrono dan menyiratkan penasihat hukum tidak serius membela terdakwa,” tegas Jaksa Anita.

Di samping itu, lanjut Jaksa Anita, nota pembelaan yang disampaikan secara lisan oleh terdakwa Fikri Salim yang menyatakan permintaan maaf karena memberikan keterangan yang berbelit-belit dan ‘out of contex’ merupakan pengakuan yang menyiratkan bahwa terdakwa mengakui perbuatannya.

Sementara itu, keterangan dari kerugian yang diperkarakan oleh PT JMC yang terbukti dilakukan terdakwa Fikri Salim dengan perkara kasus TPPU dan penggelapan uang milik perusahaan di tempat Fikri Salim dulu bekerja mencapai ratusan miliaran rupiah. “Totalnya mencapai Rp100 miliar lebih yang dilakukan Fikri Salim selama beberapa tahun,” tegas jaksa. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *