POSKOTA.CO – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta dan mengingatkan agar Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan edukasi atau menyampaikan ke masyarakat jika warganya terkonfirmasi hanya sebatas orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan tidak perlu ke rumah sakit, namun bisa isolasi mandiri di rumah saja.
“Arahan saya terkait penyebaran Covid-19 varian Omicron yang di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya naik ke level 3 dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus terus ditangani secara serius,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan arahan ke wali kota dan bupati mengenai penangganan Covid-19 di wilayah Bodebek dan Bandung Raya melalui dalam jaringan (daring), pada Senin (7/2/2022).
Selain itu pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) harus berjalan sesuai dengan PPKM Level 3, yang disesuaikan dengan keadaan Kota Depok. Kemudian, penambahan jumlah lokasi isolasi terpusat (isoter) bagi pasien Covid-19.
Menurut Gubernur Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini, yang juga terpenting adalah menyiapkan kebutuhan ambulans yang dibutuhkan masyarakat terlebih diwilayah aglomerasi dengan kerjasama pihak swasta dan lainnya. “Tolong Pak Sekda Jabar masalah tersebut harus dipenuhi terlebih masyarakat yang butuh angkutan orang sakit ada di wilayah aglomerasi, ” ujarnya.
Untuk wilayah Kota Depok terlebih Wali Kota Mohammad Idris, imbuh Kang Emil, diharapkan untuk berkomunikasi dan koordinasi dengan rumah-rumah sakit agar jangan menerima OTG dan gejala ringan. Termasuk siap sedia terkait keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit. Persedian BOR rumah sakit di Depok diminta ditingkatkan sama seperti bulan Juni 2021 atau saat gelombang kedua pandemi Covid-19 termasuk ketersedian oksigen dan dosis kedua bagi lansia untuk ditingkatkan.
Sedangkan, Wali Kota Depok Mohammad Idris menjelaskan, Kota Depok sudah menyelesaikan 70 persen vaksinasi, baik untuk masyarakat umum, lansia, maupun anak-anak sekarang tengah melaksankan vaksinasi booster yang sudah mencapai lima persen.
Untuk tempat isolasi terpadu di Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Indonesia (UI) sekarang ini telah terisi 80 persen dan tidak henti menyampaikan atau memberikan informasi ke masyarakat terkait protokol kesehatan dalam menanggani penyebaran Covid-19 yang masih terjadi sekarang ini, katanya. (*/anton)







Komentar