oleh

Ganggu Ketertiban Umum dan Memalukan, Warga Tagih Janji Gubernur Pramono Tertibkan Pengamen Ondel-Ondel

JAKARTA – Warga menagih janji Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung yang katanya mau menertibkan pengamen ondel-ondel tapi nyatanya masih marak. Menjamurnya ikon budaya Betawi untuk meminta-minta di jalanan dinilai merendahkan martabat dan mengganggu ketertiban umum.

“Mana janji Pak Gubernur? Beliau berkali-kali ngomong mau menertibkan pengamen ondel-ondel, tapi nyatanya hingga kini belum ada satu pun yang kena razia. Di jalanan masih banyak macet dan bising karena ulah kelompok pengamen ondel-ondel yang jumlah per kelompoknya bisa mencapai puluhan orang,” kata Ghazali, salah satu warga Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/6).

Menurutnya, untuk menertibkan pengamen ondel-ondel tidak perlu menunggu Perda tentang ondel-ondel. “Penertiban kan bisa menggunakan Perda No.8 Tahun 2007 tentang ketertiban umum karena mereka memang menguasai fasilitas publik. Mereka bisa dikategorikan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Mohon kepada Mas, agar ondel-ondel segera ditertibkan dari jalanan dan diberi kesempatan tampil pada kegiatan pemerintahan maupun swasta,” harap Ghazali.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD Wibi Andrino mengungkapkan bahwa Perda tentang ondel-ondel ditargetkan rampung pada momentum perayaan lima abad Jakarta, artinya masih sekitar dua tahun lagi. Wibi juga berharap Pemprov Jakarta dapat menyediakan ruang-ruang yang lebih luas bagi seniman ondel-ondel untuk menampilkan karya terbaiknya kepada publik, bukan untuk ngamen,” kata politisi Nasdem.

Wibi memastikan, pembahasan hingga pengesahan aturan pelarangan ondel-ondel untuk mengamen tidak akan dilakukan bertepatan dengan Hari HUT ke-498 Kota Jakarta. “Perda ini bagian dari rangkaian lima abad Jakarta, bukan hanya HUT ke-498. Kita bicara tentang Jakarta yang ke-500 tahun,” ujar Wibi, Kamis.

Menurutnya, aturan tersebut disusun bukan untuk membatasi, melainkan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi ondel-ondel sebagai bagian dari budaya Betawi agar dapat tampil secara lebih terhormat dan profesional. “Ondel-ondel bisa hidup lewat pergelaran budaya yang difasilitasi pemerintah dan juga didukung kebijakan yang melibatkan sektor swasta,” jelasnya.

Wibi juga mendorong adanya pembinaan bagi para seniman ondel-ondel agar dapat meningkatkan kemampuan mereka. Dengan begitu, budaya Betawi bisa tampil lebih layak dan bermartabat di pentas nasional bahkan internasional. “Ke depan, mereka bisa menjadi duta budaya, baik di negara-negara ASEAN maupun dunia,” katanya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *