oleh

Magnet bagi Wisatawan, Kembangkan Potensi Wisata Danau Toba

POSKOTA.CO – Jika hanya mengandalkan keindahan Danau Toba semata, sulit mewujudkan menjadi tujuan wisata dunia. Sebab jika yang dijual hanya Danau Tobanya, wisatawan yang datang berkunjung akan cepat bosan dan belum tentu datang kembali.

“Oleh karena itu untuk mewujudkan cita-cita besar Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan kebijakan menjadikan pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba menjadi program strategis prioritas nasional, pemerintah dan stakeholder yang terlibat harus melakukan terobosan besar, menyiapkan konsep pengembangan potensi wisata kawasan danau toba secara terintegrasi, dengan memadukan enam potensi wisata menjadi satu paket tujuan wisata yang saling melengkapi,” kata Wakil Ketua Umum DPP KMDT Dr Drs Sonny W Manalu MM. Sabtu (17/4/2021).

Sonny mengungkapkan, keenam potensi wisata tersebut meliputi; wisata danau, wisata lembah, wisata hutan, wisata sungai, wisata religi dan wisata budaya. Keenam potensi wisata tersebut jika dikelola secara profesional dan dikemas menjadi satu paket kunjungan wisata, akan menjadi satu rangkaian wisata yang sangat menakjubkan dan tidak pernah membosankan bagi setiap yang berkunjung ke Kawasan Wisata Danau Toba.

“Jika didesain, direncanakan dan dikelola secara profesional diyakini akan menjadi magnet besar yang dapat menyedot para wisatawan baik lokal, nasional dan wisatawan mancanegara,” ujar putra Sumatera Utara yang lahir dan besar di sekitaran kawasan Danau Toba dan kini berkiprah di Ibu Kota Jakarta.

Aktivis mantan ketua umum DPP Mahasiswa Pancasila ini mengatakan, keenam potensi wisata tersebut, tersaji dengan terbuka di hampir seluruh kawasan Danau Toba yang berada di tujuh kabupaten yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Kaabupaten Toba, Kabupaten Humbahas, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Samosir.

“Setiap potensi wisata sebagaimana diuraikan di atas, jika ditata, dikelola dan dijadikan satu rangkaian paket wisata, akan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat kawasan Danau Toba yang hingga saat ini masih jauh dari hidup sejahtera. Sekaligus menjadi sumber penerimaan negara melalui sektor wisata,” tutur Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) ini.

Dijelaskannya, wisata Danau Toba menjadi magnet utama bagi wisatawan adalah keseluruhan kawasan danau dengan segenap panorama di sekitarnya. Wisata hutan terdapat di beberapa spot area hutan alami yang bisa dijual bagi wisatawan mancanegara khususnya Eropa dan Australia. Wisata lembah penyeimbang dan penyempurna panorama Danau Toba. Wisata sungai adalah potensi wisata baru yang sama sekali pernah terpikirkan dan belum terekplorasi dengan baik. Wisata religi khususnya bagi wisatawan yang berasal dari Eropa, Amerika dan Australia maupun dari negara-negara Afrika dan sebagian Asia yang mayoritas beragama Nasrani, wisata religi yang memiliki nilai historis religius yang sangat kuat. Wisata budaya keanekaragaman budaya Batak, mulai Tortor, musik tradisional Batak, tenun Ulos, ukir kayu, rumah adat tradisional, tradisi asli pernikahan adat Batak, tradisi menggali tulang belulang dan memasukkan ke dalam tambak.

“Oleh karena itu, maka pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang giat-giatnya dibangun dan disiapkan, haruslah benar-benar dapat mempermudah akses bagi setiap orang yang ingin mengunjungi keenam potensi wisata tersebut, tidak hanya terfokus memudahkan aksesibilitas bagi Wisata Danau Toba saja, sebagaimana kita saksikan dikembangkan saat ini,” tutup Ketua MKGR dan Pemegang DAN IV Karate, Sonny W Manalu. (miv)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *