POSKOTA.CO – Warga di kedua blok beda desa dan berbeda kecamatan saling serang dengan menggunakan senjata tajam, batu, busur panah bahkan senapan angin.
Tak sedikit warga yang terlibat tawuran terkena anak panah yang menancap di kepala dan bagian tubuh yang lainya. Bahkan ada anggota polisi terkena anak panah saat mengamankan aksi tawuran.
Tawuran terjadi Minggu (14/6/2020) dini hari di Blok Karang Baru Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati dan Blok Sipalasa, Desa Purwawinangun, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.
Polres Cirebon Kota mengerahkan satu pleton Dalmas dan satu pleton Satuan Brimob Batalyon C Polda Jabar serta dibantu satuan polsek setempat diturunkan untuk mengamankan aksi tawuran tersebut.

Beberapa tempat tawuran melebar terjadi di tiga titik sehingga aparat di lapangan merasa kewalahan dalam mengamankan aksi tawuran tersebut berada di tiga desa yang saat tawuran berlangsung bersamaan dalam satu waktu yang sama yaitu di tempat berbeda Blok Larik Desa Sirnabaya dan Blok Pabean Desa Purwawinangun. Polisi menembakkan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa, guna memukul mundur para pelaku.
Pantauan awak POSKOTA.co di lapangan, para korban tawuran dibawa ke dokter setempat bahkan ada yang dibawa ke Rumah Sakit Gunungjati guna menjalani operasi ringan akibat anak panah yang menancap di bagian kepala dan tangan.
Menurut Kapolsek Gunungjati AKP Maman Suherman, pihaknya akan tindak tegas pelaku tawuran di wilayahnya apalagi sudah mengantongi nama-nama dan sudah masuk DPO tinggal kita sisir di lapangan para pelaku tersebut. (zip/wahy)







Komentar