oleh

Terdampak Pembangunan Rupom Kali Apuran, 31 Rumah Warga Kapuk Dibongkar

JAKARTA – Sebanyak 31 bangunan hunian warga RT 08/12 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, yang terdampak revitalisasi dan pembangunan rumah pompa (Rupom) Kali Apuran dibongkar, Selasa (27/10). Pembongkaran melibatkan 200 petugas gabungan.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Muthmainah mengatakan, pembongkaran bangunan hunian warga itu bagian dari upaya pengembalian lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rencananya, di lahan itu akan dibangun infrastruktur pengendali banjir.

“Karena itu Kami dari jajaran kota berupaya melakukan intervensi. Secara bertahap Kami melakukan edukasi, sosialisasi dan pendekatan yang kondusif kepada masyarakat agar mau direlokasi,” katanya.

Dijelaskan Iin, keseluruhannya di kawasan bantaran hilir Kali Apuran yang terdampak revitalisasi terdata sebanyak 31 bangunan milik warga.

Selain merelokasi 31 pemilik bangunan ke Rusun Cinta Kasih Budha Tzu Chi, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat juga memfasilitasi relokasi bagi warga pengontrak.

Sebanyak lima KK direlokasi ke Rusun Cinta Kasih Budha Tzu Chi, dua KK direlokasi ke Rusun Pulogadung, dan masing-masing satu KK ke Rusun Rawa Bebek serta Rusun Rorotan.

Sedang sisanya, sebanyak 19 KK memilih untuk tidak tinggal di Rusun dan pulang kampung serta pindah kontrakan atau tinggal di tempat saudara.

Setelah proses pembongkaran rampung, Iin menjelaskan kegiatan akan disambung dengan pelaksanaan pekerjaan fisik oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Pembangunan rumah pompa ini ditargetkan bisa mengatasi genangan saat musim penghujan di empat kelurahan, yakni, Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kedaung Kaliangke dan Kelurahan Kapuk.

“Pembangunan akan dilaksanakan segera. Diperkirakan Dinas SDA targetnya rampung akhir Desember 2027,” tambahnya.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Heri Purnama mengatakan, kegiatan pembongkaran bangunan melibatkan personel dari unsur Satpol PP, SDA, Bina Marga, Perhubungan, Gulkarmat, Tamhut, PPSU, Kepolisian dan TNI. Kegiatan pembongkaran juga melibatkan dua unit alat berat excavator.

Sebelum pelaksanaan pembongkaran hari ini, Heri menjelaskan jajarannya juga turut membantu proses pindahan warga yang direlokasi ke hunian baru. Lalu, pihak UKPD terkait seperti Suku Dinas Pendidikan dam Dukcapil juga telah menggelar layanan kepada warga relokasi.

“Pembongkaran ini hanya bagian dari rangkaian proses relokasi yang telah dilaksanakan sejak 3 pekan lalu setelah sosialisasi oleh Bu Wali Kota,” tandasnya.(ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *