oleh

Tinjau Kebakaran Pasar Jiung, Wagub DKI Rano Tawarkan Rusun Tapi Ditolak Para Korban Korban

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengunjungi lokasi bekas kebakaran besar di kawasan Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6). Ia menawarkan kepada para korban agar pindah ke rumah susun, namun tawaran yang baik itu malah ditolak mentah-mentah.

Wagub Rano pada kunjungan tersebut menawarkan kepada warga untuk direlokasi ke Rusun. Rano menyatakan Pemprov DKI siap menyediakan rusun layak huni dengan harga sewa terjangkau. Namun tawaran itu ditolak warga yang selama turun-menurun menempati lahan milik Sekretariat Negara tersebut.

“Kalian lihat sendiri, tadi saya ngomong dengan beberapa warga, ‘mau gak coba di rumah susun?’ Tapi mereka pada gak mau dengan berbagai alasan. ‘Aduh Bang, kita lahir di sini, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini, beratlah ninggalin kampung sini’. Saya bilang, saya juga lahir di Kepu, Kemayoran. Ari-ari saya juga ditanam di Kemayoran, masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini,” ujar Rano.

Menurut Rano, tinggal di rumah susun dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga dibandingkan tinggal di kawasan permukiman padat. Apalagi rawan kebakaran. “Kita selalu berusaha menyadarkan masyarakat, mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak,” ungkap Rano.

Sebagaimana diketahui, untuk kesekian kalinya kawasan padat hunian sekitar Pasar Jiung terbakar. Pada tahun 2025 sedikitnya terjadi tiga kali kebakaran. Adapun kebakaran paling akhir terjadi di RW 14 mengakibatkan 309 rumah semi permanen ludes terbakar pada Senin (1/6) malam. Musibah ini mengakibatkan 359 kepala keluarga atau 679 jiwa kehilangan tempat tinggal. Kini mereka mengungsi di Lapangan Yusuf Hamka dan berbagai tempat lainnya.

Untuk membantu para korban, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah fasilitas di lokasi pengungsian yang berada di Lapangan Yusuf Hamka. Rano menyebut sebanyak 95 persen penyebab kebakaran di Jakarta berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. “Jadi, saya benar-benar mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati terhadap penggunaan listrik, baik di rumah maupun di luar rumah. Rawatlah kabel-kabelnya, jangan pakai cabang-cabang stop kontak terlalu banyak karena bisa memicu korsleting listrik,” imbaunya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *