DEPOK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok memastikan pihaknya sudah melakukan pengawasan ketat terhadap pendistribusian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui posyandu-posyandu kepada 9.882 balita di 11 kecamatan.
“Memang dalam pemberian bantuan makanan PMT hari pertama di Kecamatan Tapos ada kekeliruan pemberian menu sehingga harus dievaluasi untuk pemberian lain di kecamatan lain,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Maty Liziawati, didampingi Kepala Dinas Kominfo Depok Manto J dan Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah, Kamis (16/11/2023), dalam keterangannya yang didapat POSKOTAONLINE.COM.
Pihaknya telah menegur vendor dan meminta memperbaiki menu nasi dengan kuah sop sayur serta tahu. selanjutnya sehingga tidak perlu lagi ada temuan kesalahan seperti di Tapos mengingat sosialisasi menu sudah cukup dilakukan terhadap vendor.
Kegiatan PMT di 11 kecamatan akan dilakukan selama 28 hari terdiri dari enam hari kudapan yang diserahkan pemilihan menunya kepada ahli gizi puskesmas setempat berkerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan satu hari menu lengkap.
Untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi, diakui Maty, telah berkoordinasi dengan camat, lurah, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di wilayah dan puskesmas. Ia meminta agar para stakeholder di wilayah rutin melakukan evaluasi hasil dari pengawasan di lapangan.
Sebagai informasi, program PMT merupakan program Kementerian Kesehatan untuk mencegah stunting. PMT tersebut berbasis bahan pangan lokal agar lebih murah dan mudah didapat sesuai daerah masing-masing. (*/anton)







Komentar