POSKOTA.CO – Bandit residivis spesialis pencuri perahu nelayan dibekuk Polairud Polda Metro Jaya di Dermaga Pelabuhan Greyangan, Banten. “Pelaku nekat mencuri perahu dengan berkedok sebagai nelayan
“Tersangka berinsial B, kami tangkap di Dermaga Banten karena adanya laporan dari warga nelayan yang mencurigai perahu yang beda dengan perahu yang ada di dermaga ini,” ujar Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya Kompol Untung Widodo ketika dikonfirmasi, Jumat (7/7) malam.
Kini tersangka B yang sudah empat kali keluar masuk penjara segera diamankan ke Ditpolairud Polda Metro Jaya bersama saksi untuk dimintai keterangan.
Keterangan yang dihimpun tersangka B melakukan pencurian kapal milik nelayan pad hari Rabu (19/3) lalu di kolong jembatan Cakung, Jakut.
“Pelaku B, seorang residivis kasus pencurian di wilayah Jakarta Utara sudah tertangkap,” papar salah satu perwira pertama (Pama) lewat telepon genggam.
Pria residivis ini belum lama keluar penjara sebelumnya dia dipenjara karena pencurian sebuah accu di atas kapal. “Selain itu bandit spesialis curi perahu sering juga melakukan pencurian terhadap kapal asing dipesisir Jakarta, dan sudah 4 kali masuk penjara,” kata Kompol Untung Widodo.
Pencurian itu terungkap setelah Ditpolairud Polda Metro Jaya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa perahu miliknya korban dicuri saat sandar kemudian Polairud Polda Metro Jaya Subditgakkum mendalami kamera pengawas di sekitar perahu tersebut sandar.
Setelah perahu dicuri dan dibawa kabur oleh pelaku B, kemudian pelaku berlayar menuju ke Banten dengan tujuan Lampung dan akan menjual perahu tersebut.
Pelaku kalau sudah beraksi bersama kawan perompak lainnya. Pelaku beraksi di Jakarta dia akan kabur ke Banten kalau beraksi di Banten akan kabur ke Batam dengan tujuan agar tidak mudah dicari oleh kepolisian Polda metro jaya.
Akibat kejadian itu korban menderita kerugian sekitar Rp 25 juta, saat ini pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.(silaen)
Teks photi: Bandit pencuri perahu motor dibekuk Ditpolairud Polda Metro Jaya.(ist)







Komentar