oleh

Rumah yang Dimuliakan Allah

*Rasulullah* shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Rumah kalian yang paling disukai Allah adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang dimuliakan.” (HR. Baihaqi melalui Ibnu Umar r.a.).

Memelihara anak yatim adalah amal kebajikan yang dianjurkan oleh syari’at Islam dan pelakunya akan mendapat pahala yang besar sehingga digambarkan oleh hadits ini bahwa bukan pelakunya saja yang disukai oleh Allah, tetapi rumah yang ditempatinya pun disukai oleh Allah. Atau dengan kata lain, Allah Swt. menyiraminya dengan rahmat dan karunia yang berlimpah karena di dalamnya terdapat anak yatim yang dipelihara dan dihormati serta tidak disia-siakan.

*Rasulullah* shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Barang siapa berbuat baik kepada anak yatim laki-laki atau perempuan, maka aku dan dia berada di surga sama seperti ini.” (HR. Hakim melalui Anas r.a.).

Barang siapa yang memperlakukan anak-anak yatim yang berada di bawah tanggungannya dengan baik, seperti terhadap anaknya sendiri maka kelak di hari kiamat ia akan bersama-sama dengan Nabi Saw karena beliau sangat mencintai anak-anak yatim.

*Rasulullah* shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Perbanyaklah membaca Alquran di rumah kalian, sesungguhnya suatu rumah yang di dalamnya tidak pernah dibacakan Alquran, sedikit kebaikannya dan banyak keburukannya serta menyempitkan penghuninya.” (HR. ad-Daruquthni melalui Anas r.a.).

Rumah yang tidak pernah dibacakan Alquran di dalamnya tiada kebaikannya dan bahkan banyak keburukannya, serta rumah itu membuat penghuninya tidak betah tinggal di dalamnya. Untuk itu dianjurkan agar kita banyak membaca Alquran di dalam rumah kita, agar banyak kebaikannya dan langka keburukannya, serta menjadikan kita betah tingggal di dalamnya.

*Rasulullah* shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Terangi rumah-rumah kalian dengan shalat dan bacaan Alquran.” (HR. Baihaqi melalui Anas r.a.).

Rumah yang di dalamnya tidak pernah dibacakan Alquran dan shalat sunnah sama dengan kuburan, yakni gelap gulita tanpa cahaya hidayah.

Kita sebagai seorang muslim sangat disunahkan untuk memakmurkan rumah kita yang digunakan sebagai tempat bernaung dengan zikir kepada Allah, ibadah, dan khususnya ibadah-ibadah sunnah. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, “Maka sesungguhnya sebaik-baik shalatnya seseorang adalah di dalam rumahnya kecuali shalat fardhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan yang semestinya dilakukan seorang muslim adalah memperbanyak membaca al-Qur’an di dalam rumahnya. Ia, anak-anaknya, istrinya, dan seluruh anggota keluarganya harus melakukan hal itu. Sebab, ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibaca oleh anggota keluarga dapat mengusir setan dari rumah. Mengenai hal ini ada sebuah keterangan dalam sebuah hadits. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah al-Baqarah.” Dalam hadis yang lain disebutkan, “Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya rumah yang dibacakan surah Al-Qur’an di dalamnya tidak akan dimasuki setan.” Juga dalam hadis yang lain dinyatakan, “Sesungguhnya rumah yang Al-Qur’an dibaca di dalamnya akan luas bagi penghuninya, banyak kebaikannya, dihadiri malaikat, dan setan-setan keluar darinya.”

*Rasulullah* shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Bacalah Alquran oleh kalian dan harapkanlah melalui bacaan itu pahala dari Allah Swt. sebelum datang suatu kaum yang melepaskannya bagaikan melepaskan qidah, yakni mereka mengharapkan perkara duniawi dan tidak mengharapkan perkara ukhrawi.” (HR. Abu Dawud melalui Jabir r.a.).

Mengharapkan pahala Allah. Makna yang dimaksud ialah bukan untuk mengharapkan upah atau perkara duniawi yang fana, dan bukan pula karena riya atau pamer. _Qidah_ , anak panah yang belum diberi mata dan belum diberi bulu. Makna yang dimaksud ialah mereka membaca Alquran seperti halnya orang yang melepaskan anak panah dari busurnya, yakni mereka membacanya dengan menginginkan upah duniawi dan bukan pahala ukhrawi.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Perumpamaan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah Swt. dengan rumah yang tidak pernah di sebut nama Allah, adalah seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. Syaikhan melalui Abu Musa al-Asy’ari r.a.).

Rumah yang di dalamnya tidak pernah dilakukan zikir mengingat Allah sama dengan kuburan. Oleh karena itu kita sebagai seorang Muslim sangat disunnahkan untuk memakmurkan rumah kita yang digunakan sebagai tempat bernaung dengan dzikir kepada Allah, ibadah, dan khususnya ibadah-ibadah sunnah.

*Rasulullah* shalallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Malaikat Jibril telah berkata kepadaku, “Sesungguhnya kami tidak akan memasuki suatu rumah yang di dalamnya terdapat gambar patung atau anjing.” (HR. Bukhari).

Rumah yang di dalamnya terdapat patung atau gambar makhluk yang bernyawa atau anjing, tidak akan dimasuki oleh Malaikat rahmat. Ketika Malaikat Jibril datang ke Nabi Saw. dalam suatu waktu yang telah dijanjikannya, ternyata Malaikat Jibril tidak mau masuk ke dalam rumah Nabi Saw. Lalu Nabi Saw. menoleh ke bawah, ternyata di dalamnya terdapat seekor anjing, kemudian Beliau mengeluarkannya setelah itu barulah Malaikat Jibril a.s. masuk.

Semoga rumah kita dijadikan seperti sabda Nabi Saw. surgaku adalah rumah kita. Dan rumah kita berharap penuh dengan rahmat dan keberkahan serta hidayah maka kita harus mengikuti petunjuķ Hadits-hadits tersebut. Wallahu A’lam bish-Bishawabi.

Drs.H.Karsidi Diningrat, M.Ag

* Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung
* Wakil Ketua Majelis Pendidikan PB Al Washliyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *