KISAH ADAM DAN HAWA – bag. 2 – Poskota.co
Saturday, September 23

KISAH ADAM DAN HAWA – bag. 2

ilustrasi
ilustrasi

POSKOTA.CO – Pada waktu panen, Kain mempersembahkan sebagian hasil tanahnya kepada Tuhan sebagai ucapan syukur, sementara Habel mempersembahkan sekumpulan domba. Kita tahu keduanya adalah persembahan yang sangat baik, tapi kita tak dapat memberikannya untuk ditukar dengan kasih Tuhan, karena Dia tahu diri kita yang sebenarnya. Habel adalah seorang yang benar, maka Tuhan sangat senang dengan pemberian darinya.

Kain merasa iri hati dan marah. Dia membenci adiknya itu, dan Tuhan tidak
begitu menyukai persembahannya. Suatu hari di ladang, Kain memukul Habel
dan membunuhnya, meyakini bahwa tak ada orang yang menyaksikannya. Tapi
Tuhan melihatnya. Dia menghukum Kain dengan mengusirnya dan keluarganya
selamanya. Dunia yang pernah begitu menarik dibuat hancur karenanya.

Apakah kalian memahami cerita ini? Bukannya makan sepotong buah menyebabkan semua kemalangan ini, tapi bahwa kita mengetahui apa yang benar dan salah dan kita berhak untuk membuat pilihan. Kita seharusnya tidak melakukan apa yang kita ketahui seharusnya tidak kita lakukan.

Jika kita tahu, tapi masih melakukannya dengan sengaja, kita akan membuat hidup kita kacau, mengubahnya menjadi sesuatu yang rumit dan menyakitkan. Buah itu hanyalah simbol dari apa yang seharusnya tidak kita lakukan. Mengikuti perintah Tuhan artinya berbuat dengan cara yang masuk akal, dan tidak menyakiti orang lain selama hidup kita.

Meski kalian belum mulai berlatih rohani, kalian dapat membuat kebajikan besar bagi diri kalian dan dunia dengan bervegetarian dan mematuhi sila-sila. Sama halnya dengan murid-murid saya. Kita memilih untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dan menghindari apa yang tidak seharusnya. (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_2327" align="alignleft" width="300"] Ilustrasi[/caption] POSKOTA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi menerima sembilan laporan penerimaan gratifikasi berupa pemutar musik elektronik Ipod Shuffle yang diterima saat resepsi pernikahan anak Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. "Sudah ada sembilan orang yang melaporkan Ipod kepada KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (21/3). Sembilan orang yang melaporkan penerimaan itu adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono, satu orang hakim Pengadilan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Made Rawa Aryawan, dua orang hakim Mahkamah Agung, satu orang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, satu pejabat Komisi Yudisial dan dua orang pejabat dari Ombudsman. "Laporan ini akan kita analisa dan klarifikasi," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. Sebelumnya, Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) cabang Mahkamah Agung Gayus Lumbuun saat datang ke KPK bersama empat hakim agung lain pada Kamis (19/3) mengatakan bahwa para hakim akan melaporkan pemberian tersebut ke KPK. "Kami akan mempersiapkan surat laporan dari IKAHI cabang MA karena penerima iPod sebagian besar adalah hakim-hakim di MA, hakim agung dan hakim-hakim yang ditugaskan di lingkungan MA," kata Gayus, Kamis (19/3). Gayus juga menyerahkan contoh iPod yang akan dinilai KPK. "Menurut hitungan kami, data yang kami miliki (harganya) di bawah Rp500 ribu, jadi kami berpandangan ini bukan gratifikasi yang dilarang, tapi kami menyerahkan pada KPK untuk menilai, oleh karena itu yang kami urus adalah hakim-hakim yang menerima," ujar Gayus.