JAKARTA – Electricity Connect 2025 mendorong komitmen seluruh pemangku kepentingan kelistrikan di tanah air untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi demi menyukseskan agenda transisi energi dan menjadi kunci keberhasilan pengembanban energi hijau di Indonesia.
“Untuk strategi pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu pondasi penting menyusukseskan keberhasilan transisi energi bagi Indonesia,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prahorio Yulijanto Nurtjahyo saat di Forum Electricty Connect 2025, Senin (24/11).
Pemerintah telah mengidentifikasi saat ini telah ada 3,764 peluang kerja baru dalam ekosistem ekonomi hijau namun disisi lain SDM yang mumpuni untuk mengisi kebutuhan tersebut dirasa masih belum mencukupi.
Untuk memenuhi hal tersebut pemerintah telah menyusun agenda pengembangan SDM hijau menjadi enam periode hingga mencapai net zero emission di tahun 2060, ujarnya diantaranya sektor SDM hidrogen di 2031, SDM nuklir di tahun 2032, serta SDM sistem energi baterai pada tahun 2035.
Menurut dia, sekarang ini Indonesi memiliki tenaga kerja usia produktif sebanyak 145 juta jiwa dan dari jumlah itu baru 10,5% (sekitar 30-40 juta jiwa) di antaranya yang berpendidikan strata sarjana atau lebih tinggi. “Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri untuk pemerintah mendorong ketersediaan SDM kompeten di eko.sistem hijau,” katanya.
Sementara itu, Rektor Institute Teknologi PLN (IT PLN), Iwa Garniwa menyampaikan, Indonesia butuh pengembangan kompetensi khusus untuk membangun SDM yang sesuai dengan kebutuhan transisi energi apalagi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, akan sangat besar kebutuhan SDM kompeten di berbagai bidang energi baru dan terbarukan (EBT).
“Kami telah mencoba melakukan perhitungan, dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) saja, kita membutuhkan SDM sekitar 72-74 ribu jiwa untuk target pengembangan kapasitas PLTS 32–37 Gigawatt (GW). Jika kita bangun 4 PLTS, maka kita butuh tak kurang dari 400 ribu SDM kompeten,” imbuhnya yang menjadi tantangan bagi universitas menyiapkan SDM sesuai kebutuhan transisi energi. (anton/fs)







Komentar