BOGOR – Tanaman ikonik bernama Amorphophallus titanum, atau yang lebih dikenal sebagai bunga bangkai raksasa, mekar di Kebun Raya Bogor (KRB).
Tanaman langka ini sudah mekar, walau belum sempurna. Estimasi peneliti, diprediksi akan memasuki fase mekar dalam waktu tiga hari kedepan.
“Estimasi mekar sempurna bunga bangkai ini sekitar tiga hari lagi. Sekarang sudah mekar, tapi belum sempurna,” kata Zaenal Arifin, General Manager Corporate PT Mitra Natura Raya, Selasa (3/2/2026).
Menurut Arifin, bunga bangkai raksasa Amorphophallus titanum yang kini berstatus terancam punah ini menurut Zaenal, terus dipantau perkembangannya oleh peneliti.
Bahkan demi memonitor perkembangannya, sejumlah kamera dipasang seputar area.
“Untuk lokasinya, kami sterilkan dari kunjungan wisatawan. Ini kami lakukan, agar menjaga mekar bunga bangkai tanpa ada sentuhan orang atau dirusak,” katanya.
Momen ini menjadi perhatian besar, karena terakhir kali bunga bangkai raksasa mekar di KRB terjadi pada tahun 2014 lalu.
Pihak KRB meminta masyarakat menunggu beberapa hari kedepan, agar bisa melihat kembang bunga bangkai secara sempurna.
Menurut catatan sejarah, bunga bangkai raksasa dikenal memiliki siklus hidup yang panjang dan tidak menentu. Proses dari fase vegetatif hingga berbunga umumnya membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam tahun, meskipun durasi tersebut sangat bergantung pada kondisi lingkungan, iklim, serta perawatan habitat.
Di wilayah Bogor, siklus mekarnya cenderung lebih lama jika dibandingkan dengan kawasan dataran tinggi seperti Kebun Raya Cibodas.
Faktor suhu udara, kelembapan, curah hujan, serta karakter tanah menjadi variabel penting yang memengaruhi pertumbuhan dan kesiapan tanaman untuk berbunga.
“Lingkungan sangat menentukan. Di dataran rendah seperti Bogor, fase menuju mekar biasanya lebih panjang dibandingkan daerah yang lebih sejuk,” ujar seorang peneliti botani di lingkungan kebun raya.
Ketika akhirnya mekar, keindahan sekaligus keunikan bunga bangkai raksasa hanya dapat dinikmati dalam waktu singkat. Umumnya, fase mekar penuh hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga hari sebelum bunga kembali layu.
Karena itu, banyak pengunjung dan peneliti berlomba-lomba memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk melakukan pengamatan, dokumentasi, maupun edukasi publik.
Dari sisi morfologi, tanaman yang terpantau saat ini memiliki umbi dengan diameter sekitar 25 sentimeter.
Saat mekar, kelopak bunganya diperkirakan dapat membuka hingga mencapai lebar 40 sampai 50 sentimeter, sementara tinggi tongkol bunga bisa menjulang hingga beberapa meter.
Ukuran inilah yang menjadikan Amorphophallus titanum sebagai salah satu bunga terbesar di dunia.
Selain dikenal karena ukurannya yang raksasa, bunga ini juga memiliki aroma khas yang menyerupai bau bangkai saat berada pada puncak mekarnya. Aroma tersebut berfungsi secara alami untuk menarik serangga penyerbuk di habitat aslinya.
Kehadiran kembali bunga bangkai raksasa di Kebun Raya Bogor tidak hanya menjadi daya tarik wisata dan edukasi, tetapi juga menjadi pengingat penting akan upaya konservasi flora langka Indonesia.
Amorphophallus titanum merupakan tanaman endemik Sumatra yang berstatus terancam punah akibat kerusakan habitat dan tekanan lingkungan. (yopy/fs)







Komentar