oleh

Wali Kota Jakbar Minta Masalah Banjir dan Kemacetan Diselesaikan

POSKOTA.CO-Wali Kota Jakarta Barat (Jakbar) Yani Wahyu Purwoko membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Grogol Petamburan terintegrasi kelurahan tahun 2023, Senin (13/2/2023).

Musrenbang dihadiri anggota DPRD DKI Jakarta, yakni Syarifudin, Nasrullah, Abdul Azis dan Yudha Permana.

Yani mengatakan, pelaksanaan Musrenbang tahun ini digelar terintegrasi dengan tingkat kelurahan agar lebih efisien dan hemat waktu.

“Musrenbang kecamatan terintegrasi kelurahan, untuk efesiensi dan efektif dari sisi waktu maupun kualitas usulan,” katanya.

Ia berharap, Musrenbang bisa menghasilkan usulan prioritas. Sehingga dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah.

“Diharapkan, sejumlah permasalahan dapat diselesaikan. Di antaranya genangan atau banjir, kemacetan, stunting, sanitasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 301 usulan dibahas dalam pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Grogol Petamburan terintegrasi kelurahan 2023.  Usulan ini merupakan hasil rembuk 75 RW.

Plt Camat Grogol Petamburan (Gropet), Joko Mulyono menjelaskan, ratusan usulan tersebut terdiri dari 256 usulan fisik, 25 non fisik dan 20 barang.

Dijelaskan permasalahan wilayah yang telah dilakukan upaya dan diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan Gropet terintegrasi kelurahan tahun ini, antara lain penanganan lima genangan dan banjir yakni sepanjang Jalan Jelambar Baru Raya atau Borobudur.

Penanganan genangan di Jalan Prof Latumenten RW 09 dan 10, Jalan Latumenten 1 RW 05, Jalan Kusuma Raya dan jalan sepanjang aliran Kali Grogol akibat pintu air keropos.

“Kami mengajukan usulan penanganan genangan atau banjir di lima lokasi dalam Musrenbang kecamatan terintegrasi kelurahan yakni pembangunan saluran baru, penghubung dan crossing, penambahan pompa portable, peninggian jalan, perbaikan pintu air,” ungkap Joko.

Selain itu, juga mengajukan usulan pembangunan flyover atau underpass untuk mengatasi kemacetan di Jalan Satria Raya, Kelurahan Jelambar disebabkan jadwal KRL yang padat.

“Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Satria Raya kerap terjadi khususnya pada pagi dan sore hari,” papar Joko. (ta/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *