TANGERANG SELATAN-Sinar pagi menembus jendela kaca Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), memantul di ratusan toga hitam yang bergerak perlahan memasuki ruang utama. Di wajah-wajah itu, terpancar kebanggaan dan rasa haru.
Hari ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi penanda dari sebuah perjalanan panjang yang diwarnai kerja keras, pengorbanan, dan semangat untuk terus belajar tanpa batas.
Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar wisuda untuk mahasiswa Wilayah 2 Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil dengan tema “Melangkah dengan Inovasi Wujudkan Generasi Cemerlang.” Tema ini menjadi cerminan semangat UT dalam menyiapkan generasi pembelajar yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah perubahan zaman.

Sejak pagi, suasana di UTCC terasa penuh semangat. Sebanyak kurang lebih 1.700-an wisudawan dari berbagai daerah hadir dengan kebanggaan tersendiri—ada yang datang bersama keluarga yang menempuh perjalanan jauh, ada yang membawa serta anak-anak mereka yang ikut bersorak menyaksikan keberhasilan orang tuanya.
Momen ini menjadi bukti bahwa di Universitas Terbuka, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi, tanpa batas ruang, waktu, atau profesi.
Sebagai pionir pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia, UT telah memberikan akses belajar bagi siapa pun yang memiliki tekad untuk maju. Melalui sistem pembelajaran fleksibel dan pemanfaatan teknologi digital, UT terus membuktikan bahwa pendidikan dapat menjangkau hingga ke pelosok negeri—dari kota besar hingga daerah terpencil, dari tenaga profesional hingga ibu rumah tangga, dari aparatur negara hingga penyandang disabilitas.
Prosesi Wisuda Berlangsung Khidmat
Prosesi wisuda berlangsung khidmat. Pembacaan surat keputusan, pengukuhan lulusan, dan persembahan lagu dari mahasiswa UT Manado berpadu menciptakan suasana haru dan bangga.
Saat nama-nama wisudawan terbaik disebutkan, riuh tepuk tangan memenuhi ruangan. Di antara ratusan toga, ada sosok-sosok yang mencuri perhatian karena dedikasi dan semangatnya yang luar biasa.
UT memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik wilayah 2 Anna Mulyana, lulusan Program Magister Pendidikan Matematika dari UT Palu dengan predikat Dengan Pujian. Ia menjadi potret nyata semangat belajar tanpa batas usia. Penghargaan juga diberikan kepada Hendrik Anyit dari UT Tarakan, sosok inspiratif yang menaklukkan keterbatasan fisik dengan tekad dan ketulusan hati. Kisah perjuangannya menghadirkan keharuan dan menjadi pengingat bahwa semangat tak pernah mengenal batas.
Sementara itu, Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Pusat turut menebar apresiasi bagi sejumlah wisudawan yang menorehkan kisah inspiratif dari berbagai wilayah. Di antaranya Anna Mulyana sebagai Lulusan Terbaik Wilayah 2 Program Magister (S2), Hendrik Anyit sebagai Wisudawan Berdedikasi (Difabel–Tunadaksa), serta Desandri dari UT Bogor yang dinobatkan sebagai Wisudawan Berdedikasi (Berprestasi) berkat raihan medali emas cabang olahraga Cricket di PON XXI Aceh–Sumut 2024. Tak ketinggalan, Nur Komalasari dari UT Bogor, Ifan Nur Rahman Saputra dari UT Yogyakarta, dan Aiza Sunarto dari UT Tarakan yang juga menerima penghargaan sebagai Wisudawan Berdedikasi penerima Beasiswa SNBP, Beasiswa KIPK, dan Beasiswa CSR SALUT Kinabalu.
Deretan penghargaan dari IKA UT Pusat ini menjadi bentuk apresiasi atas semangat juang, ketekunan, dan dedikasi para wisudawan yang merepresentasikan nilai-nilai lifelong learning dan kebanggaan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Terbuka.
Tiga Tokoh Publik sebagai Wisudawan Inspiratif
Tak kalah membanggakan, tiga tokoh publik turut menerima apresiasi sebagai Wisudawan Inspiratif, yaitu Andi Faizal Sofyan Hasdam, Ketua DPRD Kabupaten Bontang (UT Samarinda); Diah Citra Pravitasari, Ketua DPRD Kabupaten Bima (UT Mataram); dan Handito Hadi Joewono, CEO Arrbey Consulting (UT Bogor). Ketiganya menunjukkan bahwa kesibukan dalam karier dan tanggung jawab publik tidak menjadi halangan untuk terus belajar dan berkembang.
Dalam momen tersebut juga dilakukan penyerahan wisudawan Universitas Terbuka (UT) dari Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., kepada para mitra strategis.
Penyerahan dilakukan kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebanyak 14 orang dan kepada Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 59 orang yang diwakili oleh 20 orang. Seremoni ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga mitra dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Momen wisuda juga menjadi penanda babak baru dalam perjalanan para lulusan. Setelah resmi dikukuhkan, para wisudawan diresmikan menjadi bagian dari keluarga besar Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT). Seremoni penyerahan alumni ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara UT dan para alumninya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan negeri.
Di tangan para lulusan Universitas Terbuka Wilayah 2, tema “Melangkah dengan Inovasi Wujudkan Generasi Cemerlang” menemukan makna sejatinya. Mereka bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga semangat untuk terus bergerak maju, berinovasi, dan memberi arti bagi sesama.
Kiprah para wisudawan menjadi cerminan dari nilai-nilai UT—terbuka, mandiri, dan tangguh, yang mengakar kuat di setiap langkah mereka.
Selama lebih dari empat dekade, UT telah menjadi pionir pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang memberi ruang bagi siapa pun untuk berkembang, tanpa batasan usia, latar belakang, maupun profesi. Melalui inovasi digital, kolaborasi luas, dan komitmen terhadap kualitas pembelajaran, UT terus menghadirkan pendidikan yang inklusif dan memberdayakan. Para wisudawan hari ini adalah bukti hidup dari misi itu—mereka adalah generasi pembelajar yang siap menjadi agen perubahan, membawa semangat inovasi ke tengah masyarakat, dan menyalakan cahaya kecemerlangan di mana pun mereka berada. (fs)







Komentar