oleh

Air Bersih Pulihkan Harapan, Program PkM Kemendiktisaintek Jangkau Warga Terdampak Bencana di Sumatra Barat

PADANG – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) kembali menunjukkan komitmen nyata kebijakan Diktisaintek Berdampak melalui aksi cepat tanggap bencana yang dilaksanakan bersama perguruan tinggi. Salah satunya diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Bencana oleh Universitas Islam Bandung (Unisba) bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatra Barat.

Melalui dukungan hibah PkM Tanggap Bencana Kemendiktisaintek di akhir tahun 2025, Tim PkM Unisba diterjunkan ke dua wilayah terdampak utama, yakni Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Di wilayah tersebut, tim memberikan layanan kesehatan, trauma healing, pelatihan kesiapsiagaan pascabencana, bantuan logistik, serta penyediaan akses air bersih bagi sekitar 700 warga terdampak.

Salah satu kebutuhan paling mendesak yang teridentifikasi di lapangan adalah krisis air bersih yang dialami masyarakat Jorong Campago dan Jorong Toboh, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Informasi tersebut diperoleh langsung dari warga saat tim Unisba melakukan pendampingan di lokasi, dan diperkuat melalui jejaring mitra lokal, khususnya Pesantren Subulussalam yang memiliki kedekatan sosial dan komunikasi intens dengan masyarakat setempat.

Pasca bencana, pemenuhan akses air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat. Atas dasar itu, intervensi yang dilakukan difokuskan pada kebutuhan nyata warga di lokasi terdampak.

Kolaborasi Lintas Wilayah, Bantuan Tepat Sasaran

Menindaklanjuti temuan tersebut, Unisba segera melakukan koordinasi internal dan menyusun skema bantuan percepatan penyediaan air bersih. Selain menggalang dukungan dari sivitas akademika Unisba, penguatan pendanaan juga dilakukan melalui Paguyuban Profesor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, yang diketuai oleh Rektor Unisba. Sinergi ini memperkuat implementasi program PkM Tanggap Bencana Kemendiktisaintek, mulai dari penyaluran hingga monitoring bantuan di lapangan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara tertib dan terukur dengan melibatkan Tim Teknis Air Bersih setempat serta didampingi mitra lapangan Pesantren Subulussalam. Berdasarkan hasil verifikasi kebutuhan, bantuan difokuskan pada perbaikan dan pemasangan instalasi air bersih, termasuk pengadaan pipa Polyvinyl Chloride (PVC) Standar Nasional Indonesia (SNI), tandon air, dan kelengkapan teknis lainnya. Proses pemasangan instalasi hingga penampungan air kini telah rampung dan dimanfaatkan langsung oleh warga.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Hadirnya kembali akses air bersih memberikan dampak signifikan bagi kehidupan warga. Kebutuhan dasar sehari-hari dapat terpenuhi, kondisi kesehatan dan kebersihan masyarakat meningkat, serta beban psikososial pascabencana berangsur berkurang.

“Masalah air bersih di Korong Campago sudah teratasi. Terima kasih kepada para donatur LLDikti dan semua pihak. Kini air bersih sudah mengalir untuk masyarakat kami,” ungkap salah satu mitra di lokasi, Nopendi.

Diktisaintek Berdampak: Perguruan Tinggi Hadir untuk Negeri

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, baik internal maupun eksternal, mulai dari pimpinan Unisba, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Fakultas Kedokteran, relawan tenaga kesehatan, hingga dukungan pemerintah daerah setempat seperti camat, wali nagari, Badan Musyawarah (Bamus), dan puskesmas. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata peran strategis perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

Selain Jorong Campago dan Jorong Toboh, program PkM Unisba juga menjangkau wilayah lain di Kabupaten Padang Pariaman (Pesantren Haraqatul Quran, Sungai Buluh, Sungai Buluh Timur, Kali Air, Kali Air Timur) serta wilayah terisolasi lainnya di Kabupaten Agam (Bantiang Utara, Bantiang Tengah, Salimpaung).

“Ke depan, Unisba menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi dengan menguatkan kolaborasi dan respons cepat terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana dan krisis air bersih,” tegas Rektor Unisba, Harits Nu’man.

Melalui sinergi Kemendiktisaintek, LLDikti, dan perguruan tinggi termasuk swasta, kebijakan “Diktisaintek Berdampak” terus dihadirkan secara nyata, menjadikan ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (fs)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *