JAKARTA – Pihak Partai Demokrat melaporkan sejumlah akun media sosial (medsos) ke Polda Metro Jaya karena menyebarkan berita bohong (hoaks). Akun medsos tersebut menuding mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat isu di balik berita ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan, pihaknya telah menerima laporan dari pihak Partai Demokrat. Kini laporan tersebut ditangani penyelidik dari Direktorat Siber Polda Metro Jaya.
“Pelapornya seorang pengacara berinisial M yang melaporkan empat akun media sosial diduga menyebarkan berita bohong. Saat ini laporannya ditangani penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya,” kata Kombes Budi kepada awak media, Selasa (6/1/2026).
Dipastikan setiap laporan masyarakat, lanjut Kombes Budi, akan ditangani secara profesional dan objektif. Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Sementara itu, laporan yang dibuat pihak Partai Demokrat teregister dengan nomor LP/B/97/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 5 Januari 2026. “Benar, BHPP DPP Partai Demokrat telah membuat laporan polisi,” kata Kepala BHPP DPP Partai Demokrat Muhajir, yang didapat media ini, Selasa (6/1/2026).
Dijelaskan Muhajir, ada empat akun media sosial yang dilaporkan, yakni akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy YTN, @KajianOnline, dan akun TikTok @sudirowibudhiusmp.
Akun @AGRI FANANI dilaporkan usai menampilkan insert video dengan judul “Anak emas SBY korupsi terbesar sepanjang sejarah RI”. Kemudian akun @Bang bOy YTN membuat konten dengan judul “Kebongkar siasat buruk SBY di balik somasi ke ketua YouTuber Nusantara, ternyata u/ tangkis aib ini”.
Kemudian akun @KajianOnline membuat konten “SBY resmi jadi tersangka baru fitnah ijazah SBY langsung pingsan sampai dilarikan ke rumah sakit”.
Akun TikTok @sudirowibudhiusmp berkata dengan menuding SBY terlibat dalam isu dugaan ijazah palsu Jokowi melalui pionnya. Dalam hal ini, pion yang disebut akun itu adalah Roy Suryo.
Politikus Partai Demokrat lainnya, Andi Arief menyebutkan, laporan polisi dibuat setelah somasi yang dilayangkan, namun tidak diindahkan. Padahal, menurutnya, itu kesempatan untuk tabayyun. (*/omi)







Komentar