oleh

Jakarta Menuju Kota Global,  Pj Gubernur Heru Resmikan Penyusunan Kajian Perencanaan yang Bakal Jadi Pedoman

JAKARTA – Jakarta semakin serius mempersiapkan diri sebagai Kota Global atau Kota Dunia jika tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Untuk itu, Pemprov DKI telah meresmikan Penyusunan Kajian Perencanaan Jakarta Menuju Kota Global.

Peresmian tersebut dilakukan oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di gedung Balai Kota DKI Jakarta. “Penyusunan kajian ini berperan penting untuk menguatkan arah  Jakarta menuju Kota Global. Dalam dua puluh tahun mendatang, Jakarta ditargetkan menempati peringkat 20 besar dalam Global City Index sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) DKI Jakarta Tahun 2025-2045,” kata Heru usai acara peresmian, Rabu (11/9).

Untuk mencapai tujuan tersebut, Heru menekankan, perlu penjabaran secara terstruktur melalui strategi yang tepat dengan mengoptimalkan sumber daya dan keunikan kota Jakarta. “Optimalisasi potensi adalah kunci keberhasilan dalam bersaing dengan kota global lainnya. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Guangzhou melalui pengembangan bakat dan inovasi, serta Shanghai melalui pengembangan pelabuhan dan angkutan laut,” bebernya.

Heru  juga menerangkan, arah pengembangan Jakarta menuju Kota Global berfokus pada perwujudan Jakarta sebagai pusat ekonomi Asia Tenggara, dengan pendapatan per kapita diperkirakan sebesar USD 86.000. “Selain itu, pada pengembangan sumber daya manusia unggul, produktif, dan sejahtera dengan target Human Development Index (HDI) mencapai 92,93 dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca menuju Net Zero Emission tahun 2050,” papar Heru.

Pemprov DKI Jakarta juga terus menyusun strategi, seperti penguatan branding dan pengembangan pariwisata perkotaan, sejarah, dan maritim, pengembangan ekonomi kreatif yang berfokus pada ekspor, serta pelestarian budaya melalui pengembangan ruang seni, penguatan ekosistem riset dan inovasi di semua bidang, penyediaan infrastruktur kota yang handal dan berkelanjutan, peningkatan konektivitas dan aksesibilitas intra dan inter-kota melalui pengembangan infrastruktur transportasi massal dan peningkatan konektivitas ke Kepulauan Seribu,” jelas Heru.

Sementara itu, Kepala Bappeda  DKI Jakarta Atika Nur Rahmania menjelaskan, penyusunan kajian ini diharapkan dapat dilakukan bersama-sama dengan seluruh Perangkat Daerah dan BUMD sesuai dengan tim penyusun yang diatur melalui Keputusan Gubernur.

“Outputnya menghasilkan dokumen kajian yang komprehensif, integratif dan berkualitas. Tim penyusun akan dibantu oleh para tenaga ahli dengan standar internasional dari Firma Konsultan Manajemen Global yang menerbitkan salah satu indeks kota global, Global City Index, yakni AT Kearney,” kata Atika. Adapun proses penyusunan ini akan dilaksanakan selama lima bulan, dengan rencana pelaksanaan kajian yang sudah mulai dilaksanakan sejak tahap persiapan, yaitu bulan Agustus sampai finalisasi pada akhir tahun 2024. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *