POSKOTA.CO – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menilai kinerja aparat Pemkot Bekasi pada refleksi tahun 2020 mendapat angka 70 persen. Nilai tersebut, menurut Pepen, panggilan akrab Rahmat Effendi, bisa disebut tidak mengecewakan, akan tetapi, menurut dia, pada tahun 2021 harus ditambah lagi segi kinerja nya.
Hal tersebut diungkapkan Pepen dihadapan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kaitan olahraga pagi, sekaligus refleksi akhir tahun di Stadion Patriot Chandrabhaga Kota Bekasi, akhir pekan ini. Rahmat Effendi didampingi Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Sekda Kota Bekasi, Reny Hendrawati
Disebutkan, kegiatan refleksi ini ialah mengevaluasi selama tahun berjalan di tahun 2020 yang akan memasuki tahun baru 2021, hal ini Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah mengemukakan hasil evaluasi kerja Perangkat Daerah di Kota Bekasi.
Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati, mengemukakan bahwa aparat pemkot adalah satu keluarga dalam lingkup Pemerintah Kota Bekasi, kerja sama tim yang sangat dibutuhkan agar tercapainya kerjaan. Secara terstruktur yang telah di bagi dalam pekerjaannya tanpa melihat ego diri sendiri.
Sementara Tri Adhianto menyampaikan kepada para pemangku jabatan, banyak yang harus di evaluasi dari sistem kerja sampai ke tata pengelolaan keuangan di tahun 2020 ini.
Sedangkan menjelang tahun ke-3 masa jabatan Rahmat Effendi dan Tri Adhianto menyampaikan harus sudah rapih dalam menyusun ekonomi kreatif, efesiensi ekonomi dalam tata kelola pengeluaran keuangan.
“Program 100 hari kerja di tahun 2021 harus dapat terealisasi sesuai perencanaan, dari program pembangunan, pendidikan dan kesehatan harus terkoordinir dengan baik, karena ini merupakan janji politik Bang Pepen Mas Tri Adhiano,” ujar Tri Adhianto.
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, memberikan arahan dalam evaluasi kinerja dalam tahun 2020 ini. Wali Kota mengungkapkan bahwa memasuki awal tahun 2020, kita diberi tugas dalam proses penanganan banjir dan pembersihan lumpur pasca banjir, hal ini ditugaskan pembuatan tim wilayah untuk menangani banjir di wilayah.
Memasuki Maret 2020, kita juga ditimpa bencana dunia yakni virus Covid-19 yang menyerang warga, dalam hal ini kita benar-benar lakukan penanganan terbaik di Kota Bekasi dari penyertaan para ASN dan Non ASN yang ikut terjun langsung dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar di tiap titik masuk perbatasan Kota Bekasi, sampai saat ini. Tentunya, kita masih terus semangat dalam penanganan ini hingga saat ini, yang juga dibantu oleh Forkopimda Kota Bekasi.
Kedua, Wali Kota Bekasi menyampaikan bahwa komunikasi menjadi peran penting dalam bekerja, saling keterkaitan untuk menyelesaikan permasalahan warga atau pun kedinasan. Hingga mengubah dari kata Think Out Of The Box menjadi Think Without Of The Box.
“Untuk para pejabat yang telah diberi amanah di jabatannya, jangan sekedar memenuhi tugas absen saja atau sekedar datang saja, tapi amanah yang diberikan adalah tanggung jawab penuh dalam bertugas,” ujar Wali Kota.
Beberapa dinas juga disebutkan dalam evaluasi kinerja nya yakni Diskominfostandi yang harus membangkitkan prestasi kembali, karena Kota Bekasi sempat menjadi terbaik untuk Smart City nya sehingga kita perlu evaluasi kembali untuk dapat bersaing kembali di ajang Smart City terbaik.
Dinas Tenaga Kerja juga disebutkan untuk memindahkan kantor dari Jalan Ahmad Yani di tahun 2021, karena saat pendemo melakukan orasi di Kantor Dinas Tenaga Kerja, banyak yang mengeluh mengenai kemacetan total. Sehingga perlu menjadi tahap evaluasi.
Mengenai kepegawaian, setiap Aparatur Sipil Negara memiliki hak cuti, sehingga menjadi hak asasi manusia bagi para ASN yang dapat mengajukan cuti. [***/sir]







Komentar