JAKARTA – Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., merasa bangga atas penunjukan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Suroso yang masih aktif sebagai dosen tetap ITPLN dinilai memiliki pengalaman panjang di teknologi ketenagalistrikan dan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Suroso resmi dipercaya memimpin PLN melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (14/10/2026). Ia menggantikan Darmawan Prasodjo yang sebelumnya memimpin perusahaan listrik negara tersebut.
Iwa sengaja menghadiri momen pelantikan karena memiliki hubungan profesional dengan keduanya sejak lama. Terlebih, Suroso tercatat sebagai dosen tetap ITPLN sejak 15 Juni 2025 lalu. Sedangkan Darmawan meletakkan fondasi ITPLN sebagai anak kandung PLN.
“Ini momen penting, jadi saya harus turut menghadirinya. Saya kenal Pak Suroso sudah lama, sejak saya menjadi dosen di UI. Dari awal, Pak Suroso sering ikut konferensi dan saya menjadi jurinya, sehingga kami sering berinteraksi,” ujar Iwa saat berbincang di Jakarta, Senin (19/10/2026).
“Kemudian pak Darmawan, terima kasih banyak atas pengabdiannya selama ini. Era pak Darmawan juga yang menanamkan sejarah baru ITPLN, transformasi kampus transisi energi, dari STT PLN dan sekarang ITPLN. Apalagi ada penegasan bahwa ITPLN itu anak kandung PLN,” ucap Iwa.
Menurutnya, penunjukan Suroso menjadi momentum penting bagi PLN sekaligus ITPLN. Ia berharap kepemimpinan baru PLN dapat melanjutkan transformasi perusahaan dan memastikan berbagai program pemerintah di sektor ketenagalistrikan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya program PLTS 100 GWp.
“Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Suroso Isnandar yang kini mengemban amanah sebagai Dirut PLN. Semoga beliau meneruskan transformasi di PLN sekaligus menyukseskan program pemerintah agar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.
Iwa menilai pengalaman Suroso selama lebih dari tiga dekade di PLN menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan. Pengalaman tersebut mencakup pengelolaan sistem tenaga listrik, pengembangan infrastruktur, operasional perusahaan, hingga transformasi digital. “Semoga kepemimpinan Bapak Suroso semakin memperkuat sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi,” harapnya.
Suroso Isnandar lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994, kemudian meraih gelar Master of Science bidang Power System Engineering and Management dari University of Abertay, Inggris, pada 1999. Pada 2025, ia menyelesaikan pendidikan doktoral Teknik Elektro di ITB.
Sebelum ditunjuk menjadi Direktur Utama PLN, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sejak 18 Juni 2025. Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Kepala Unit Digital dan Teknologi Informasi, general manager di sejumlah unit operasi PLN, serta Vice President Perencanaan Sistem. (jo)







Komentar