BOGOR – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, SH, SIK, M.Si., membuktikan slogan yang diusungnya, “Polisi Bersama Masyarakat”.
Baru dua minggu menjabat sebagai Kapolri, Jenderal Suyudi langsung menunjukkan empati dan kepeduliannya kepada masyarakat kecil. Kali ini, kepeduliannya tertuju kepada pasangan kakek-nenek yang tinggal berdua di Kp. Gunung Cabe RT 04 RW 04, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
Pasangan suami istri kakek-nenek tersebut adalah Kakek Roip (81) dan istrinya, Nenek Amanah (76). Keduanya yang diketahui tidak memiliki anak, hidup berdua dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Menurut keterangan warga setempat, Sumirah (41), untuk kebutuhan makan sehari-hari, pasangan lansia ini hanya mengandalkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah dan belas kasih tetangga. Rumah yang mereka tempati pun sudah sangat tidak layak huni dan nyaris roboh.
“Untuk makan sehari-hari kakek-nenek ini hanya mengandalkan bantuan PKH. Rumahnya sudah benar-benar tidak layak huni, akan roboh,” ujar Sumirah yang akrab disapa Mira, Minggu(19/10/2026).

Di usianya yang sudah 81 tahun, Kakek Roip masih harus bekerja sebagai buruh tani serabutan. “Beliau Kakek Roip hanya mengandalkan upah dari disuruh-suruh warga untuk bisa makan bersama istrinya. Sementara Nenek Amanah hanya bisa memasak di dapur yang kondisinya juga sudah tidak layak digunakan,” imbuh Mira warga sekitar yang juga menjadi bidan Desa Rumpin, Bogor.
Melihat kondisi tersebut, harapan baru pun datang. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto siap membedah rumah (Rutilahu) milik pasangan kakek-nenek asal Rumpin tersebut.
Menurut Mira kondisi sekarang Kakek Roip sudah tidak bisa melihat, ini membuat sang kepala rumah tangga dan sumber pencari nafkah keluarga sudah tidak ada lagi. “kami juga prihatin warga sekitar sini sangat kasihan dengan kondisi Kakek Roip yang sudah tidak bisa melihat lagi secara jelas, hasil pemeriksaan dokter diagnosanya matanya katarak,” tutup Mira menceritakan kisah kakek-nenek tersebut.
Program kepedulian sosial ini diinisiasi langsung oleh Kapolri Jenderal Suyudi bersama Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia (Indonesian Police Lovers Community). Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga hadir dengan hati untuk masyarakat yang membutuhkan (warga kurang mampu).







Komentar