JAKARTA-Persija Jakarta mendukung pengusutan tuntas atas dugaan penyerangan terhadap rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U18 di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10) malam. Klub menegaskan bahwa pihak yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.
Melalui pernyataan resmi di Instagram, Persija mengecam tindakan yang membahayakan keselamatan pemain dan ofisial. Persija juga menyampaikan empati kepada para korban serta berharap seluruh anggota rombongan segera pulih.
Berdasarkan informasi awal, seorang personel media Persib dilaporkan mengalami kekerasan fisik. Bus rombongan dilaporkan mengalami kerusakan, sementara sejumlah koper milik ofisial dan tim EPA Persib U18 diduga dijarah.
“Persija mendukung agar insiden ini diusut secara tuntas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tulis Persija.
Persija menilai kekerasan dengan membawa nama atau identitas suporter tidak dapat dibenarkan. Dukungan terhadap klub seharusnya ditunjukkan melalui sikap dewasa, bukan tindakan yang merugikan orang lain.
Perhatian khusus diberikan kepada para pemain muda dalam rombongan tersebut. Mereka sedang menjalani pembinaan dan meniti karier sepak bola sehingga semestinya mendapatkan lingkungan yang aman.
“Rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung di dalam lapangan, bukan diwujudkan melalui aksi yang mengancam keselamatan orang lain, terlebih terhadap para pemain muda yang tengah meniti masa depan mereka di dunia sepak bola,” demikian pernyataan Persija.
The Jakmania Minta Anggota Tidak Terpancing Provokasi
Dukungan terhadap pengusutan juga disampaikan Pengurus Pusat (PP) The Jakmania. Melalui akun Instagram @infokomjakmania, organisasi suporter tersebut mengecam kekerasan, intimidasi, dan perusakan saat menanggapi informasi mengenai insiden di Jawa Tengah pada 11 Oktober 2026.
PP The Jakmania berharap seluruh pihak terdampak memperoleh perlindungan dan penanganan yang semestinya. Mereka meminta proses pengungkapan kejadian dilakukan secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah pembahasan insiden di media sosial, PP The Jakmania mengingatkan anggotanya agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun mengambil tindakan yang memperkeruh keadaan.
“Kami mengimbau seluruh anggota the Jakmania untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi,” tulis PP The Jakmania.
Dalam pernyataan yang sama, PP The Jakmania turut mengecam dugaan kekerasan yang mereka sebut dialami Jakmania Cikampek saat perjalanan kembali ke wilayahnya. Mereka menegaskan bahwa perlindungan terhadap keselamatan seseorang tidak boleh dibedakan berdasarkan identitas ataupun afiliasi.
“Tidak ada rivalitas sepak bola yang dapat membenarkan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain,” tegas PP The Jakmania.
Persija dan PP The Jakmania sama-sama mengajak suporter menjaga nilai sportivitas serta menghormati keselamatan sesama. Proses penelusuran insiden diharapkan diserahkan kepada pihak berwenang,(Bu/fs)







Komentar