JAKARTA – Airlangga Hartarto terpilih kembali secara aklamasi memimpin wushu di Tanah Air untuk masa bakti 2026-2030 pada Musyawarah Nasional (Munas) Wushu Indonesia VIII di Hotel Aloft AKR Tower, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (10/2/2026) malam.
Ini merupakan periode ketiga Airlangga Hartarto yang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Merah Putih menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI).
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan kembali yang diberikan kepada saya untuk mengemban amanah sebagai ketua umum Pengurus Besar Wushu Indonesia masa wakti 2026-2030,” kata Airlangga Hartarto, dalam sambutannya setelah terpilih kembali dan kemudian menutup munas yang diikuti 33 pengda wushu di seluruh Indonesia itu, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima POSKOTAONLINE.COM, Selasa (10/2/2026).
“Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang hanya dapat saya jalankan dengan dukungan bersama. Jadi kolektif, kolegial, dengan seluruh pengda-pengda, karena sumber atlet kita semuanya dari pengda. Pusat tidak menghasilkan atlet, tetapi yang menghasilkan adalah pengda-pengda,” sambung Airlangga.
Menurut Airlangga, selama ini program kepengurusan hanya dapat berjalan dengan dukungan, kerja sama, dan sinergi seluruh keluarga besar wushu Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Selama dua periode kepemimpinan sebelumnya, berbagai capaian berhasil diraih bersama dan prestasi wushu Indonesia di tingkat regional dan internasional terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan.
“Keberhasilan tersebut adalah hasil kerja keras para atlet, pelatih, pengurus, seluruh pemangku kepentingan dan memiliki komitmen kuat untuk membangun wushu dan tidak lepas dari dukungan pemerintah. Karena pemerintah, Pak Presiden Prabowo memberikan hadiah yang luar biasa. Satu medali emas, satu miliar rupiah. Luar biasa,” ujarnya.
Ke depan, kata Airlangga, tantangan yang dihadapi tentu semakin kompleks. Oleh karena itu, sistem pembinaan prestasi perlu terus dilanjutkan dengan kualitas sumber daya manusia, memperluas pembinaan atlet usia dini, serta memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, transparan dan akuntabel. “Selain itu juga kita memperluas pengembangan wushu sebagai olahraga prestasi sekaligus olahraga budaya yang dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
“Saya berharap hasil-hasil keputusan munas menjadi landasan yang strategis untuk menyusun program kerja organisasi ke depan dan seluruh keputusan yang telah disepakati hendaknya dapat dilaksanakan secara konsisten oleh PB dan juga oleh seluruh pengda dan dengan penuh tanggung jawab untuk kemajuan wushu Indonesia,” pungkas Airlangga. (*/dk)







Komentar