oleh

Diminta Jeli Melihat Calon Pemimpin Daerah, FKUB Kota Depok: Lihat Rekam Jejaknya!

DEPOK – Menjelang pelaksanaan Pilkada Depok tahun 2024 media sosial semakin memanas. Terutama terkait dugaan dan munculnya pemberitaan keberadaan satu calon pemimpin di Depok menanggani perkara di Hotel Alexis, Jakarta.

“Masyarakat Kota Depok dalam Pilkada tahun 2024 harus melihat dengan jeli dan mengetahui latar belakang secara lengkap termasuk keluarga terdekat  calon karena mereka akan memimpin jutaan warga dalam satu daerah terlebih Kota Depok,” tegas anggota Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, Ustadz Muhamad Husen, Jumat (1/11).

Beredarnya informasi salah satu kandidat ternyata ada orang yang pernah menanggani masalah terkait persoalan yang dilarang agama tentunya harus menjadi perhatian dan intropeksi masyarakat Depok dalam Pilkada tahun 2024 ini.

Menurut dia, informasi ini sangat penting agar masyarakat Kota Depok mengetahui latar belakang maupun rekam jejak calon pemimpin daerah untuk kelanjutan pembangunan masa mendatang. “Yang jelas masyarakat harus tahu dan paham latar belakang atau rekam jejak para calon pemimpin di Depok, jangan asal pilih saja,” tuturnya.

Seorang pemimpin itu selain memiliki pengalaman luas juga idealnya harus religius apapun agama mereka. “Masalah religius dalam pandangan saya adalah yang bersangkutan menjalankan yang disyariatkan agamanya agar dapat menjadi contoh umatnya terlebih masyarakat Kota Depok,” lanjutnya.

Terkait rekam jejak sebagai istri calon wali kota Depok sebagai pengacara atau lawyer, imbuh dia, itu urusan pribadi mereka namun masyarakat Depok tentunya harus paham dan mengerti jika lokasi Hotel Alexis Jakarta yang ditutup ternyata muncul di Depok tentunya bakal jadi masalah karena warga Depok terkenal religius dan memahami masalah yang berbau negatif apalagi prostitusi.

Ustad Muhamad Husen, mengajak warga Depok khususnya, dapat menggunakan hak suara dengan sebaik-baiknya, karena ini kesempatan bagi kita semua. “Pilihlah pemimpin yang memahami semua masalah masyarakat khususnya di Kota Depok jadi sudah paham dah,” tuturnya.

Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah saat dihubungi Poskotaonline beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa istrinya Lina Novita memang betul bekerja sebagai Lawyer atau penasehat hukum hotel tersebut. “Betul istri saya kerja sebagai penasehat hukum secara profesional di hotel tersebut tapi masalah kegiatan lain termasuk Pilkada Depok seharusnya tidak dilibatkan,” tuturnya singkat. (anton/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *