POSKOTA.CO – Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) membawa konsekuensi hadirnya pelanggan dari dunia maya. Layanan selanjutnya yang dibutuhkan adalah logistik. Inilah persoalan yang sering dikeluhkan oleh pelaku UMKM di tengah upaya terintegrasi dengan teknologi digital. Logistik atau biaya pengiriman yang mahal telah menjadi salah satu penyebab UMKM malas bergerak.
Data Kemenkop UMKM dari 64 juta UMKM yang ada, 16 juta UMKM sudah terakses teknologi digital. Jika tidak didukung oleh kemudahan logistik, maka digitalisasi menjadi tidak memberikan banyak pengaruh pada roda bisnis UMKM.
“Kalau modal bisa dicari, packing produk bisa diakali, tetapi persoalan logistik tidak bisa, karena ada perusahaan tersendiri,” kata Ongki Irawan, Kepala Seksi Perdagangan Produk UMKM Smesco kepada Poskota, Jumat (28/01/2022).
Karena itu, selain memberikan akses pelatihan UMKM untuk go digital, langkah penting berikutnya adalah penyediaan logistik yang terjangkau agar proses distribusi produk UMKM ke pelanggan bisa berjalan lancar. Inilah yang kemudian melatarbelakangi JNE memberikan dukungan logistik murah bagi UMKM melalui Smesco Fulfillment Center atau Gudang UMKM. Kehadiran layanan ini merupakan kolaborasi apik antara perusahaan ekspedisi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Smesco dan platform YukBisnis.
Fasilitas Smesco Fulfillment Center yang terletak di lantai 11 Gedung Smesco Jakarta ini memiliki luas 1250m². Pada ruangan ini telah tersedia 400 unit lemari dan 2000 level rak yang mampu menyimpan 136.800 item barang milik UMKM serta didukung system warehouse manajemen, ruangan berpendingin, operator bersertifikasi, dan call center yang terintegrasi.
Hadirnya layanan Smesco Fulfillment Center diakui Ongki menjadi solusi bagi UMKM dalam melakukan proses jual beli secara online. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat lebih fokus pada proses produksi, pengembangan produk, dan pemasaran. Hal itu karena pengelolaan warehousing ditangani oleh Smesco Fulfillment Center yang dilakukan secara profesional dan terintegrasi langsung dengan layanan pengiriman.
Peningkatan transaksi online atau e-commerce pada semester I tahun 2021 sebesar Rp186.75 triliun atau meningkat 63.36 % year on year dan kunjungan di platform online rata-rata 126.4 juta pengunjung perbulan, juga menjadikan kehadiran Smesco Fulfillment Center sangat penting dan strategis sebagai solusi dalam mendistribusikan produk UMKM secara lebih merata, lebih meluas, dengan ongkos kirim yang jauh lebih murah.
Ongki menjelaskan, layanan Smesco Fulfillment Center ini memberikan sejumlah keuntungan pada UMKM yang bergabung. Pertama, tarif pengiriman (ongkir) flat senilai Rp9.000 per kg untuk wilayah Jawa, Bali dan Sumatera baik untuk daerah perkotaan maupun pelosok.
“Jika berpatokan harga resmi maka pengiriman area Jawa hingga Sumatera tarifnya bisa Rp24.000 hingga Rp32.000 per kg untuk perkotaan dan Rp40.000 per kg untuk pelosok. Tetapi dengan sistem ini, pelanggan UMKM hanya bayar Rp9.000. Artinya sudah hemat minimal 70 persen dan ini dapat meningkatkan daya saing produk UMKM,” tambah Ongki.

Keuntungan kedua, pelaku UMKM mendapatkan fasilitas pergudangan gratis. Biaya handling hanya Rp2.200 dan ini sangat murah dibanding pelaku UMKM harus menyediakan bubble wrap, lakban dan tenaga kerja untuk pengepakan. “Jadi kalau ada pelanggan hendak membeli, pengemasan termasuk penyediaan bubble wrap, JNE yang menyediakan,” jelas Ongki.
Ketiga, pengambilan produk UMKM dari daerah asal UMKM menuju gudang Smesco tidak dikenakan biaya apapun. UMKM tinggal mengajukan permohonan pengisian stok gudang, nantinya kurir JNE yang akan mengambil ke gudang UMKM di daerah manapun selama itu di area Jawa, Bali, Madura dan Sumatera. “Mobil penjemputan, manpower, packing hingga tenaga penjemputan disediakan oleh JNE,” tegasnya.
Keempat, fasilitas packing produk dan pencatatan stok produk di gudang. Pelaku UMKM tidak perlu direpotkan dengan kegiatan packing produk dan pencatatan stok di gudang saat ada pembelian dari pelanggan. Fasilitas packing dan pencatatan barang masuk dan keluar semua difasilitasi oleh JNE. “Standar pengepakan kita gunakan standarnya JNE, jadi produk dijamin aman,” katanya.
Kelima, gudang dilengkapi dengan sistem pendingin yang memadai, rak penyimpanan, sistem pencatatan arus barang masuk dan keluar yang tertata, call center, customer service dan juga tersedia freezer bagi pelaku UMKM yang berjualan makanan frozen.
Keenam, bergabung dalam layanan Smesco Fulfillment Center juga memungkinkan UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran. Dengan ongkos kirim yang murah, diyakini pelanggan dari wilayah yang jangkauannya jauh dari asal UMKM pun lebih tertarik membeli. “Misal beli produk harganya Rp10 ribu, ongkir Rp9 ribu, masih masuk akal. Tetapi bayangkan jika belanja barang Rp10 ribu, ongkirnya Rp35 ribu, pasti mundur,” katanya.
Ongki berharap dengan sejumlah fasilitas yang disediakan JNE, Smesco dan YukBisnis, para pelaku UMKM lebih bersemangat untuk tumbuh dan terus bergerak. Hingga saat ini sudah 266 UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia bergabung dalam layanan Smesco Fulfillment Center ini. Dari jumlah tersebut, 83 UMKM diantaranya sudah rutin melakukan stok ke gudang Smesco. Sisanya baru mendaftar dan belum secara aktif mengirimkan barang ke gudang Smesco.
Dari kapasitas 136.800 item produk, hingga saat ini diakui Ongki baru terisi sekitar 50 ribu item produk.“Kalau space lantai 11 sudah penuh, kami siap menambah ruang lain untuk gudang,” tambahnya.
Syarat Bergabung
Untuk bergabung dalam layanan Smesco Fulfillment Center ini, persyaratannya sangat mudah. Ongki menyebut, syarat utamanya adalah pemilik langsung UMKM dan menjual produk lokal. “Kita tidak menerima UMKM yang menjual produk impor. Jadi benar-benar ini untuk produk lokal,” jelasnya.
Syarat berikutnya, selama 60 hari bergabung dalam layanan Smesco Fulfillment Center, pelaku UMKM harus memastikan ada inbound dan outbound. Artinya selama memanfaatkan gudang UMKM Smesco harus ada kegiatan penjualan. “Jika ternyata selama 60 hari tidak ada penjualan maka pelaku UMKM dikenakan sewa gudang Rp20 ribu per bulan. Tarif ini tergolong sangat murah. Tetapi kalau ada tracking mereka gratis,” kata Ongki.
Langkah selanjutnya, UMKM mendaftarkan diri melalui dashboard gudang Smesco. Proses pendaftaran melalui aplikasi ini sangat mudah karena pengelola telah membuat sistem yang sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan dipelajari pelaku UMKM.

Ongki mengakui sebagai perusahaan ekspedisi merah putih (perusahaan nasional), komitmen JNE untuk mendukung pertumbuhan UMKM domestik patut diacungi jempol. “Saat pertama kali kami mengumumkan rencana ini, JNE adalah perusahaan ekspedisi yang langsung memberikan tanggapan. Ini sebuah komitmen yang luar biasa,” tegasnya.
Ia berharap fasilitas logistik murah dari JNE dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku UMKM di tanah air. Jika layanan ini sudah diakses oleh sebagian besar UMKM, rencananya layanan diperluas hingga seluruh wilayah Sumatera dan Indonesia timur. “JNE sedang hitung rate-nya. Silakan UMKM yang berminat, segera bergabung,” kata Ongki.
Tumbuhkan Optimisme Pelaku UMKM
Bagaimana pengaruh logistik murah bagi keberlangsungan roda bisnis UMKM, bertanyalah kepada Hipawan Pramudita. Pemilik usaha handsanitizer bermerek Sereh Wangi Mustika Atisiri dari Blora, Jawa Tengah ini menjadi satu dari ratusan pelaku UMKM yang sudah bergabung dalam layanan logistik Smesco Fulfillment Center. Pria kelahiran 1979 tersebut bergabung sejak layanan ini dihadirkan oleh JNE, Smesco dan YukBisnis awal September 2021.

Kepada Poskota, Hipawan berkisah awalnya hanya menjual minyak atsiri dan handzanitizer untuk kebutuhan sekitar kota Blora. Keinginannya untuk memperluas jaringan pasar, mendorong Hipawan memanfaatkan teknologi digital. Ia pun mulai merambah marketplace dan memanfaatkan media sosial.
Tetapi seiring terbukanya pasar digital, Hipawan menghadapi persoalan biaya logistik yang cukup mahal. “Untuk wilayah Jawa, masih di bawah 20 persen. Tetapi kalau ada pesanan dari luar Jawa, persentasenya bisa 30 persen dari total biaya produksi,” tuturnya.
Mahalnya ongkos kirim ini mengakibatkan tak sedikit calon pembeli mengurungkan transaksi. Mereka batal memesan setelah melakukan komunikasi terkait ongkos kirim yang memang ditanggung pembeli.
Ketertarikan Hipawan bergabung pada layanan Smesco Fulfillment Center ini, selain menghemat ongkos kirim juga tidak perlu packing produk sendiri jika ada orderan. “Layanan ini memiliki sistem pencatatan stok yang update sehingga UMKM tidak perlu mencatat stok produk. Bahkan penjemputan produk dari UMKM ke Smesco, gratis,” tuturnya.
Jauh sebelum bergabung dalam layanan Smesco Fulfillment Center ini, Hipawan mengaku sudah banyak memanfaatkan jasa ekspedisi untuk pengiriman produk minyak atsiri ke pelanggan di beberapa kota seperti Yogyakarta, Semarang, Madiun dan Surabaya. Pengiriman dilakukan menggunakan jasa ekspedisi JNE dengan alasan keamanan produk dan ketepatan waktu sampainya ke pelanggan.
Pemegang kartu keanggotaan JNE Loyality Card tersebut mengatakan sudah secara rutin mengirimkan stok ke gudang Smesco setiap dua pekan sekali dengan kemasan 60 ml, 100 ml dan 500 ml. Ia berharap ke depan layanan ini diperluas tidak hanya Jawa dan Sumatera tetapi juga area Indonesia timur, mengingat banyak pembeli berasal dari wilayah tersebut.
Bergabung dalam layanan Smesco Fulfillment Center, membuat Hipawan semakin optimis untuk menggeluti bisnis ini. Karena itu pada tahun 2022 ini ia berencana menambah area kebun atsiri agar volume produksi bisa ditingkatkan, dari 2 hektar menjadi 9 hektar. “Kami kerjasama dengan Perhutani untuk pengadaan lahan,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT JNE, M. Feriadi Soeprapto seperti dikutip dari laman jne.co.id mengatakan para pelaku UMKM sering disibukan dengan proses warehousing, pengaturan stock barang, packaging, sampai dengan pengiriman paket ke tiap buyer. Hal itu berpotensi menurunkan konsentrasi terhadap upaya peningkatan penjualan, pengembangan produk baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
“Dukungan logistik murah dalam layanan Smesco Fulfillment Center diharapkan dapat mendorong kemajuan bisnis UMKM, mengingat aktivitas logistik memerlukan effort besar dalam proses bisnis,” harapnya.
Feriadi menyebut, kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah nyata #JNEMajuIndonesia dalam memberikan kontribusi memajukan perekonomian nasional.

Di luar kolaborasi dengan Smesco Fulfillment Center, JNE memiliki program untuk UMKM yakni JNE Loyalty Card dimana dari 350 ribu anggota, 40 persen diantaranya dari kalangan UMKM.
Feriadi memastikan memasuki #JNE31tahun berkarya akan terus mewujudkan semangat “Connecting Happiness” yaitu mengantarkan kebahagiaan dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat hingga ke pelosok negeri. (in/faisal)
#JNE30tahun
#JNEMajuIndonesia
#jnecontentcompetition2021







Komentar