POSKOTA.CO – Waduh, zaman corona kantor pelayanan warga di tingkat kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta dibiarkan rusak, sehingga kondisinya memprihatinkan alias tidak dirawat.
Pantauan dilapangan, kerusakan pada kantor-kantor pelayanan warga ini seperti, platpon enternit pada bolong-bolong, pishpot kamar mandi copot. Selian itu, kotor dan bau pesing.
Meski begitu, para pejabat teras dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta enggan berkomentar saat diinformasikan terkait kantor pelayanan yang rusak tersebut.
Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budi mengaku miris, melihat kondisi kantor pelayanan warga banyak yang rusak khususnya di Jakarta Pusat. Menurutnya, padahal setiap tahunnya dianggarkan untuk biaya perawatan kantor pelayanan tersebut.
“Pemprov DKI Jakarta tutup mata dong, kantor pelayanan warga banyak yang rusak dibiarkan saja. Dikemanakan itu anggaran perawatan kantor,” tandasnya.
Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna yang disapa akrab Kang Yayat menuturkan, sebetulnya, asal ada dana operasional pemeliharaan rutin untuk kantor itu sudah selesai.
“Yang jadi pertanyaannya ada tidak anggaran pemeriharaan rutin untuk kantor tersebut. Ada beberapa
pekerjaan untuk perbaikannya seperti dilelang atau tidak kemudian ada rehab ringan, sedang dan berat,” ungkap Kang Yayat, Jumat (19/11/2021).
Menurutnya, sebab di Pemerintahan itu semua pekerjaan rehab tercatat. “Beda dengan swasta. Kalau swasta itu lebih mudah, tapi kalau kantor Pemerintahan nunggu anggaran. “Sudah biasa kalau kantor Pemerintahan itu terjebak dengan anggaran pemeliharaan,” pungkasnya. (van)







Komentar