oleh

Alumni AKABRI Angkatan 99 Beri Bantuan Warga Korban Puting Beliung di Cibinong

POSKOTA. CO – Peduli atas kemanusiaan korban angin puting beliung yang melanda Bogor, AKABRI angkatan 99 memberikan bantuan  kepada korban di Cibinong. Penyerahan 130 paket bantuan diberikan kepada warga Sampora ini langsung oleh Kapolsek Cibinong, AKP Bayu Tri Nugraha Hidayat.

Kapolsek Cibinong, AKP Bayu Tri Nugraha Hidayat mengungkapkan, bantuan yang di berikan oleh AKABRI 99 bagi masyarakat Sampora ini, di harapkan dapat meringankan beban  para warga  terdampak angin puting beliung.

Kepada masyarakat pun di harapan untuk tetap bersabar atas musibah yang menimpa ini. Kapolsek juga meminta masyarakat tetap jaga kebersamaan, dan tetap untuk saling membantu.

Dari data yang diperoleh, sebanyak 234 Kepala Keluarga (KK) dengan 970 jiwa di empat kecamatan di Kabupaten Bogor dengan 13 titik jadi korban akibat terjangan bencana hujan deras dan angin kencang.

Angin puting beliung menimpa warga Kampung Sampora, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Rabu (20/10/2021) dinihari. Terdapat 70  rumah dan 2 pondok pesantren yakni pondok pesantren Daarut Tauhid  dan Pondok pesantren As Shoheh yang menerima bantuan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Aris Nurjatmiko mengatakan, data sementara ada empat kecamatan dengan 13 titik.

Adapun keempat kecamatan tersebut antara lain, Cibinong, Citeureup, Sukaraja dan Bojong Gede. Bencana yang terjadi yakni banjir, angin kencang dan pohon tumbang.

Aris melanjutkan, untuk wilayah yang paling terdampak seperti, di Perumahan Ambar Waringin Jaya, Kecamatan Bojonggede karena banjir.

Banjir disebabkan adanya tanggul di Kali Kemuning yang jebol hingga air merendam 112 rumah warga.

“Ketinggian air sekitar 20-40 centimeter,” kata Aris sambil menambahkan, wilayah yang paling terdampak lainnya berada di Desa Puspanegara, Kecamatan Citeureup dan Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja.

Warga korban angin puting beliung bercerita, jika banjir ini juga sempat menghantam 11 titik di Kota Bogor karena hujan yang mengguyur wilayah ini selama dua hari berturut-turut.

Bencana alam tersebut terjadi di tiga kecamatan seperti longsor, banjir lintasan, pohon tumbang, atap rumah rusak hingga rumah ambruk.Dari peristiwa alam itu, terdapat 60 rumah warga yang terdiri dari 71 KK dengan 252 jiwa terdampak.

Selanjutnya, juga ada fasilitas umun yang ikut terdampak yaitu, satu jalan setapak warga dan kabel listrik milik PLN. (yopi/bw) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *