SELINGKUH, BIAR KUAT MINUM OBAT KUAT, MENINGGAL AKIBATNYA – Poskota.co

SELINGKUH, BIAR KUAT MINUM OBAT KUAT, MENINGGAL AKIBATNYA

Kamar hotel 103 tempat penemuan mayat
Kamar hotel 103 tempat penemuan mayat

POSKOTA.CO – Seisi Hotel Kediri tiba-tiba dikejutkan dengan penemuan sosok mayat Toni Saptono, warga Desa Pesanggrahan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, yang berstatus PNS di Dinas Pengairan, sabtu (04/06/2016) di kamar nomor 103.

Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo dan Kapolsek Kandangan, AKP Eko Sanusi yang saat itu sedang melakukan persiapan Safari Ramadhan di Balai Kecamatan Kandangan yang lokasinya hanya berjarak 100 meter dari Hotel Kediri langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Dari keterangan AKP Eko Sanusi, korban diduga meninggal akibat serangan jantung dan di lokasi kejadian tersebut juga ditemukan obat kuat merk Cobra serta 2 sachet kapsul sudah dalam kondisi kosong.

Dari hasil identifikasi pada tubuh korban, juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, demikian juga tidak adanya bukti sperma yang keluar dari pria paruh baya tersebut.

Sebelumnya korban diketahui sedang berduaan di kamar tersebut, dengan Eny Kurniawati, warga Desa Sidowareg Kecamatan Ngoro Kabupaten Kediri. Dan saat ini, wanita cantik itu, berada di Polsek Kandangan, untuk dimintai keterangan lebih lanjut, sedangkan korban sendiri, langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kediri, untuk menjalani visum et repertun dari unit Polres Kediri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
POSKOTA.CO - BRI Cabang Kabupaten Majene mangkir dari panggilan Ombudsman Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan klarifikasi terkait raibnya tabungan warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar di Bank BRI Cabang Majene. "Kami sudah melakukan panggilan kepada Kepala Bank BRI Majene untuk melakukan klarifikasi atas raibnya tabungan warga di BRI Majene, namun Bank BRI Majene mangkir dari panggilan," kata Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulbar, Muhammad Sukriadi Azis S,Ip di Mamuju, Jumat. Ia mengatakan, Ombudsman kembali memanggil Kepala BRI Cabang Majene sampai pada panggilan ketiga dan bila belum diindahkan panggilan yang ketiga maka akan dilakukan pemanggilan paksa dengan melibatkan aparat kepolisian. "Kami akan lakukan panggilan sesuai dengan kewenangan Ombudsman Sulbar kami harap BRI Majene bersedia menerima panggilan Ombudsman Sulbar," katanya. Menurut dia, Ombudsman Sulbar telah menerima laporan nasabah BRI Majene yang tabungannya raib di BRI Majene sebanyak Rp400 juta, raib, "Kami telah menerima laporan dari seorang warga Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, atas nama Subli Sukardi, yang mengaku uang tabungannya raib senilai Rp400 juta, di Bank BRI Cabang Majene, sehingga kita panggil BRI Majene melakukan klarifikasi," katanya. Ia mengatakan, warga itu menyampaikan jika uangnya raib diduga karena telah terjadi penggelapan dana di Bank BRI Majene. "Pelapor mengaku bahwa diduga salah seorang oknum pegawai negeri sipil di lingkup Pemkab Majene, telah bersekongkol dengan staf Bank BRI Majene, mencairkan tabungannya sehingga tabungannya raib," katanya. Menurut dia, uang tabungan pelapor telah ditarik sebanyak tiga kali direkeningnya sehingga tabungannya itu raib sejak bulan Juli tahun 2013. Ia menyampaikan bahwa atas laporan tersebut maka pihak Ombudsman Sulbar menindaklanjutinya dengan memanggil Kepala BRI Majene dan melakukan pemeriksaan terhadap staf Bank BRI dan oknum PNS yang dimaksud, namun yang dipanggil ternyata mangkir.