SELINGKUH, BIAR KUAT MINUM OBAT KUAT, MENINGGAL AKIBATNYA – Poskota.co
Thursday, September 21

SELINGKUH, BIAR KUAT MINUM OBAT KUAT, MENINGGAL AKIBATNYA

Kamar hotel 103 tempat penemuan mayat
Kamar hotel 103 tempat penemuan mayat

POSKOTA.CO – Seisi Hotel Kediri tiba-tiba dikejutkan dengan penemuan sosok mayat Toni Saptono, warga Desa Pesanggrahan Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang, yang berstatus PNS di Dinas Pengairan, sabtu (04/06/2016) di kamar nomor 103.

Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo dan Kapolsek Kandangan, AKP Eko Sanusi yang saat itu sedang melakukan persiapan Safari Ramadhan di Balai Kecamatan Kandangan yang lokasinya hanya berjarak 100 meter dari Hotel Kediri langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Dari keterangan AKP Eko Sanusi, korban diduga meninggal akibat serangan jantung dan di lokasi kejadian tersebut juga ditemukan obat kuat merk Cobra serta 2 sachet kapsul sudah dalam kondisi kosong.

Dari hasil identifikasi pada tubuh korban, juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, demikian juga tidak adanya bukti sperma yang keluar dari pria paruh baya tersebut.

Sebelumnya korban diketahui sedang berduaan di kamar tersebut, dengan Eny Kurniawati, warga Desa Sidowareg Kecamatan Ngoro Kabupaten Kediri. Dan saat ini, wanita cantik itu, berada di Polsek Kandangan, untuk dimintai keterangan lebih lanjut, sedangkan korban sendiri, langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kediri, untuk menjalani visum et repertun dari unit Polres Kediri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BREAKING NEWS :
[caption id="attachment_1031" align="alignleft" width="300"] Hakim sang wakil Tuhan di dunia[/caption]POSKOTA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengharapkan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) jangan ada yang berasal dari partai politik. "Hakim MK haruslah merupakan orang yang benar-benar kompeten dalam bidang hukum tata negara dan bukanlah seseorang yang pernah bergabung dengan partai politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dalam rilisnya, di Jakarta, Jumat. Menurut dia, bila hakim MK yang terpilih berasal dari partai politik dikhawatirkan hanya mementingkan kepentingan golongannya saja sehingga mengakibatkaan potensi penyelewengan menjadi sangat besar. "Independensi hakim MK sangat penting untuk menjaga kredibilitas MK sebagai lembaga hukum tertinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keputusan yang dibuat MK adalah bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Oleh karena itu Hakim MK sebagai pembuat keputusan haruslah orang yang benar-benar mempunyai integritas," paparnya. Kasus Akil Mochtar hendaknya menjadi pelajaran bagi MK untuk bisa menjaga kredibilitasnya. "Kredibilitas MK dalam penegakan hukum tengah disorot karena kasus Akil Mochtar. Oleh karena itu MK harus memastikan bahwa kasus seperti itu tidak terulang kembali. Jangan sampai rakyat hilang kepercayaan terhadap penegakan hukum," kata Fadli. Di tempat terpisah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berpendapat persoalan pemilihan anggota Hakim MK bukan pada asas legalitas tetapi adalah asas kepantasan, etika, dan moral.