POSKOTA.CO – Aktris senior Niniek L Karim menyatakan kelegaannya, karena rencana Festival Film Indonesia (FFI) 2020 akan diselenggarakan sebagai ‘renungan’ bukan sebagai ‘pesta’. Hal itu dikemukakannya dalam Dialog “Satu Hari Satu Kebaikan” Silaturahmi Akbar Daring Pekerja Seni, Budaya dan Film dengan insan film dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Minggu (14/6/2020).
Direktur Film Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) Ahmad Mahendra SSos manyatakan, dari 120 judul film yang diproduksi dan siap dipasarkan, ada sebanyak 52 judul sudah tayang di bioskop.
Sedangkan sisanya terhambat oleh pandemi virus Corona. “Kerja rekanrekan sineas selayaknya diapresiasi,” kata Mahendra.
Niniek L Karim menyatakan, pikiran saya bercabang di antara penyelenggaraan festival sebagai kegiatan rutin orang film. Tapi sedih melihat kenyataan masyarakat di luar sana sedang prihatin.
“Festival film selama ini kan konotasinya ‘pesta’. Lagi situasi kok ya pesta’?” ujarnya dalam dialog yang berlangsung lewat aplikasi Zoom.
Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid kemudian menyatakan, bahwa festival tahun ini diselenggarakan sebagai renungan. Intropeksi bersama. “Situasi yang sama juga sedang terjadi di kegiatan kebudayaan yang lain,” katanya.
Dengan alasan itu, Niniek, aktris peraih banyak penghargaan di film ini, menyetujui.
Aktris senior yang juga dosen Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia ini menyatakan, dalam diri setiap orang ada daya juang dan daya cipta yang tak bisa dihambat dan dihentikan. Karena itu meski terkungkung oleh Covid daya juang dan daya cipta tetap ada. Terus kreatif.
Dalam acara dialog yang ditayangkan lewat aplikasi Zoom dan disiarkan langsung di YouTube itu tampil Ketua FFI Lukman Sardi, produser film Ir Parvez Servia, sutradara Adisoerya Abdi, aktor Ray Sahetapy, dan para wartawan film senior.
“Satu Hari Satu Kebaikan” (SHSK) adalah sebuah gerakan optimis untuk saling menguatkan, saling membantu, bekerjasama untuk “Bangkit Bersama Bantu Sesama”. Sebuah aksi membantu kelompok tenaga kesehatan, masyarakat yang tetap harus bekerja di luar rumah, masyarakat yang harus dirumahkan karena perusahaan yang terpaksa tutup. (dms)







Komentar