JAKARTA – Dalam rangka merayakan Hari Kartini, komunitas arisan Aurora dan Lavender menggelar pertemuan yang diinisiasi desainer Rimigy Rihasalay dalam suasana spesial. Anggota komunitas yang semuanya merupakan kaum hawa hadir mengenakan kebaya modern yang membuat penampilan mereka tampak cantik, anggun, dan berkelas.
“Terima kasih atas kehadirannya para anggota arisan Aurora dan Lavender yang membuat suasana pertemuan sekaligus merayakan hari kelahiran pahlawan nasional wanita ibu kita Kartini,” ujar Rimigy usai acara kepada wartawan di Jakarta, Minggu (27/4). Ia juga menyadari ada sejumlah anggota yang tidak bisa hadir karena ada kesibukan lain, baik urusan keluarga atau bisnis.
Acara pertemuan yang dibalut dengan nuansa kekeluargaan dan semangat pemberdayaan, menunjukkan para perempuan yang tergabung dalam komunitas ini tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tapi juga sebagai perempuan berdaya, yang tetap berkarya di tengah kesibukan sebagai istri, ibu, maupun wanita karir.
Perancang busana tematik Rimigy Rihasalay dan teman-teman komunitas sengaja mengemas pertemuan ini dengan mengangkat tema tentang ‘Makna Emansipasi Kartini Masa Kini’. “Hari ini bukan sekadar simbolik perayaan Hari Kartini. Momen ini adalah pengingat bahwa semangat Kartini harus kita pegang setiap hari. Kita semua di sini adalah Kartini masa kini, perempuan yang belajar, berkarya, dan berkontribusi untuk masyarakat, di luar peran kita sebagai ibu dan istri. Apapun bidang kemampuan kita, mari kita dedikasikan kepada masyarakat luas,” tandas Rimigy pada acara yang dihadiri para wanita cantik, sukses, dan mandiri. Beberapa di antaranya sudah menikah dan punya anak kecil.
Komunitas arisan Aurora dan Lavender sendiri beranggotakan perempuan dari berbagai latar belakang dan bersuami lokal maupun Warga Negara Asing (WNA). Mereka memiliki semangat yang sama yakni saling berteman secara sehat, saling mendukung, dan tumbuh bersama. Di acara ini, mereka juga berbagi cerita tentang tantangan mereka dalam menyeimbangkan kehidupan rumah tangga dan karir. Mereka juga menyampaikan harapan agar gerakan komunitas ini bisa terus hidup dan memberi dampak luas, bahkan setelah mereka menua.
Liangel, salah satu anggota komunitas menambahkan untuk tahun ini, makna Hari Kartini bagi komunitas ini dirangkum dalam satu pesan penting yakni teruslah belajar dan dalam situasi apapun, para perempuan diajak untuk tidak berhenti berkembang. “Jangan menyerah. Di tengah tanggung jawab rumah tangga, kita harus terus mengembangkan potensi. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk menginspirasi generasi selanjutnya,” ujar Liangel. (jo)







Komentar