oleh

Rombsis Santuni dan Ajak Buka Puasa Bersama 2.500 Anak Yatim dan Duafa se-Jabodetabek

JAKARTA-Rombongan Ibu-Ibu Selalu Istiqomah (Rombsis) Indonesia menyantuni dan mengajak berbuka bersama 2.500 anak yatim dan dhuafa se-Jabodetabek di Masjid Istiqlal, Jakarta. Selain berbuka puasa bersama mereka juga mendapatkan bingkisan Ramadhan dan uang tunai.

“Kegiatan pemberian santunan dan buka puasa bersama ini dalam rangka menjalankan amanat Nabi Muhammad SAW agar kita terus memperhatikan nasib anak-anak yatim dan kaum dhuafa,” kata Ketua Umum Rombsis Indonesia, Hajah Andi Idhanursanty di sela-sela kegiatan berbuka dan pemberian santunan, Rabu (5/3/2025).

Menurut Hajah Andi Idhanursanty, Rombsis sudah menjadi rutinitas wajib melaksanakan buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa setiap tahun di bulan Ramadhan.

“Setiap ada musibah nasional, Insya Allah, Rombsis Indonesia selalu turun ke lapangan. Dalam satu atau dua hari ke depan, Rombsis akan menengok masyarakat korban banjir di Pesanggrahan Jakarta dan Bekasi,” tambahnya.

Ketua Umum Rombsis Indonesia, Hajah Andi Idhanursanty ketika menyampaikan keterangan seputar pelaksanaan pemberian santunan dan buka puasa bersama 2500 anak yatim se-abodetabek.

Rombsis Indonesia berharap para aghnia yang memiliki kemampuan ekonomi, memiliki semangat untuk berbagi di bulan Ramadhan yang hanya setahun sekali. Diharapkan, mereka yang memiliki kemampuan dan kelebihan melakukan hal serupa sebagaimana yang dilakukan Rombsis.

Dengan demikian tidak hanya 2.500 anak yatim dan dhuafa (yang dapat kasih sayang dan bantuan) tapi juga ribuan anak yatim lainnya bisa mendapatkan kasih sayang dan bantuan.

Sementara itu, kepada 2.500 yatim dan dhuafa, Rombsis Indonesia selain memberikan menu buka puasa, juga memberikan bingkisan. Di antaranya baju batik, sarung, rok syari, jilbab, dan uang tunai untuk anak yatim dan dhuafa. Dengan bingkisan tersebut Rombsis Indonesia berharap anak yatim dan dhuafa memiliki pakaian yang rapi dan melaksanakan Idul Fitri dengan bahagia.

Menag KH Nasaruddin Umar Turut Hadir

Di tempat yang sama, Menteri Agama (Menag) KH Nasaruddin Umar mengatakan, yatim berasal dari bahasa Arab. Disebut anak yatim karena ada seorang anak di bawah umur yang seharusnya masih mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya terutama dari ayahnya, tetapi ditinggal mati. Selain menyebut anak yatim, Alquran juga menyebut mustadhafin yakni kaum fakir dan miskin.

“Di dalam Alquran, jumlah penyebutan anak yatim dengan miskin sama jumlahnya, sebanyak 27 kali Allah menyebutkan al-yatim dan 27 kali juga Allah menyebutkan mustadhafin atau fakir miskin,” ujar Menag Nasaruddin.

Menag mengungkapkan, manusia diuji untuk mengetahui seberapa dekat seseorang dengan Allah SWT, dan seberapa banyak seseorang dapat berbagi kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.

Menag kemudian mengutip surat Al-Ma’un Ayat 1 sampai 3, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.” (QS Al-Ma’un Ayat 1-3). Mereka yang mendustakan agama adalah orang yang tidak peduli terhadap anak yatim.

Ada anak yang menjadi yatim karena ayahnya wafat. Biasanya mereka ditampung oleh panti asuhan, dan banyak di antara mereka yang menjadi orang sukses.

Ada juga anak yatim yang tetap berada dalam lingkungan keluarganya yang lengkap, tapi merasa tidak diperhatikan sehingga merasa yatim. Orang tuanya berangkat kerja dari waktu Subuh, pulang ke rumah malam hari ketika anaknya sudah tidur.

“Nanti  pada Sabtu dan Ahad (orang tuanya) sibuk dengan undangan, jadi (anaknya) tidak pernah berjumpa dengan orang tuanya dalam keadaan terjaga, (anaknya) hanya dijaga pengasuh, itu adalah anak yatim,” ujar Menag yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal.

Anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya, itulah yang disebut anak yatim. “Oleh karena itu, sedikit bagi kita, namun besar artinya bagi (2.500) anak yatim (yang hadir di sini), anak-anak yatim itu malaikat kecil, doanya itu dikabulkan, kalau 2.500 anak yatim yang berdoa, Insya Allah, Allah akan melimpahkan rahmat dan berkah,” ujar Menag.

Kegiatan santunan ini disponsori oleh berbagai pihak, dengan PT. Kartika Cipta Indonesia (PT. KCI) sebagai sponsor utama. Brigjend. Pol (P) Drs. Syafriadi Cut Ali, MM, mewakili PT. KCI, mengapresiasi semangat para pengurus Rombsis Indonesia dalam menyelenggarakan acara sosial ini. Ia juga memotivasi anak-anak untuk terus semangat belajar, mengembangkan pengetahuan, dan menggunakan teknologi dengan bijaksana.

Selain PT. KCI, kegiatan ini juga didukung oleh BAZNAS, Arginex P. Hendro, PT. Bakrie & Brothers Tbk, Panbil Industrial Estate, OKE OCE, PT. Askrindo Insurance,  PT. Dinamika Antar Ruang Expo  (DARE), PT. Pegadaian, Le Minerale, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), JB, dan ParagonCorp.,

Sementara itu Ketua Pelaksana Rifda Ammarina menegaskan bahwa Yayasan Rombsis Indonesia akan terus berusaha untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan di Indonesia, dengan harapan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dapat mendorong lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam aksi sosial dan mempererat rasa solidaritas di bulan Ramadhan. (fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *