JAKARTA – Insiden seorang penyandang tunanetra terjatuh ke dalam got di sekitar Halte Transjakarta CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membuat Gubernur DKI Pramono Anung angkat bicara. Selain minta maaf, ia menegaskan kejadian seperti ini jangan terulang lagi.
“Pertama, saya mengucapkan permohonan maaf terkait insiden seorang penyandang disabilitas tunanetra yang jatuh ke dalam got di sekitar Halte Transjakarta CSW,” kata Pramono di Jakarta, Rabu (14/1). Kedua, Pramono akan menindak tegas jajaran pimpinan PT Transjakarta jika insiden tersebut terulang.
Menurutnya, manajemen Transjakarta harus mengecek seluruh fasilitas layanan transportasi untuk antisipasi kejadian buruk, khususnya yang dialami kaum disabilitas. “Jakarta sudah dikenal sebagai kota ramah disabilitas. Jadi, semua fasos dan fasum maupun layanan publik harus menyediakan kebutuhan disabilitas,” paparnya.
Pramono menyampaikan, permohonan maaf terhadap pelanggan yang bersangkutan. Ia memastikan, peristiwa serupa tidak boleh kembali terjadi di Jakarta. “Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali. Dan secara khusus untuk ini saya minta maaf,” ujar Pramono.
Pramono menegaskan dia segera memberikan teguran kepada jajaran direksi dan manajemen Transjakarta atas terjadinya peristiwa tersebut. Ia menyesalkan, insiden yang menimpa pelanggan disabilitas itu terjadi di Jakarta. “Saya akan memberikan teguran khusus kepada jajaran direksi dan juga manajemen Transjakarta,” tegas Pramono yang sebelumnya banyak diminta berbagai pihak untuk membenahi manajemen Transjakarta.
Pramono juga memastikan, Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatiannya kepada masyarakat disabilitas. “Saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa hal yang berkaitan dengan disabilitas, Jakarta harus lebih ramah,” ucap Pramono.
Sebelumnya, pihak Transjakarta telah berkomunikasi langsung dengan pelanggan yang bersangkutan dan menyampaikan permohonan maaf serta memberikan perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan.
Insiden inipun menjadi perhatian serius manajemen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional layanan, khususnya layanan pendampingan Transjakarta Care.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (11/1) siang dan sempat terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Video tersebut langsung viral sehingga membuat jajaran Transjakarta kelabakan seperti kebakaran jenggot.
Wanita penyandang disabilitas tersebut setibanya naik busway sempat minta tolong petugas diantar ke luar Halte untuk melanjutkan perjalanan naik ojek. Namun permintaan tolong itu tidak diperhatikan petugas yang cuma bilang: jalan lurus saja. Tak pelak lagi, wanita yang mengenakan helm, jaket dan tas punggung terjatuh di got sehingga pakaiannya basah kuyup kena air comberan. Kemudian korban ditolong ramai-ramai diangkat ke atas. (jo)







Komentar