JAKARTA – Setelah dihujat sana-sini karena dinilai tidak sigap menangani banjir rob, akhirnya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali meninjau kondisi tanggul pengaman pantai yang sebelumnya bocor. Kunjungannya kali ini adalah di tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12).
Pramono memastikan kesiapan Pemprov DKI Jakarta dalam menghadapi ancaman banjir rob di pesisir utara. “Menghadapi rob tinggi yang dipicu oleh fenomena supermoon, penanganan banjir rob ini menjadi prioritas utama Pemprov DKI. Tanggul yang jebol langsung diperbaiki, begitu pula pekerjaan lainnya,” tegas Pramono didampingi sejumlah pejabat.
“Sebenarnya kami sudah mengantisipasi sejak awal dalam 10 bulan pemerintahan yang saya pimpin. Saya sudah langsung ini menjadi prioritas. Maka kenapa di Muara Angke yang tentunya kalau tidak ada antisipasi itu pasti rob-nya jauh lebih tinggi,” jelas Pramono.
Ia menyebut antisipasi ancaman banjir rob dilakukan di sejumlah titik, termasuk di Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Green Bay Pluit, RE Martadinata, Ancol, dan Cilincing–Marunda Pulo. “Pembangunan dan pemeliharaan tanggul ini melibatkan banyak pihak, termasuk Kementerian PU, Pelindo, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan juga Pemprov DKI,” papar Pramono.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI melalui Dinas Sumber Daya Air menjadi penanggung jawab utama terhadap pembangunan dan pemeliharaan tanggul pengaman pantai. “Pemprov DKI melakukan penanganan banjir, termasuk dengan menyiapkan pompa air. Saya juga menekankan pentingnya penguatan sinergi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pemeliharaan tanggul pengaman pantai,” lanjutnya.
Pramono menekankan pentingnya melanjutkan pembangunan tanggul pantai sebagai bagian dari program jangka panjang NCICD (National Capital Integrated Coastal Development). Pada tahun anggaran 2025, pekerjaan yang akan dilanjutkan meliputi Segmen Asahimas sepanjang 1,2 km, Segmen Ancol Barat-Seafront sepanjang 0,8 km, dan tanggul mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 km.
“Harapan saya kalau dari 28 kilometer itu, kini 11 km sudah kita lakukan, masih kurang 16 kilometer. Mudah-mudahan untuk tahun ini, di 2026 yang paling utama adalah di Pantai Mutiara kurang lebih 430 meter sisi timur dan 100 sisi barat,” lanjutnya. Sedangkan Muara Baru, khususnya pada kawasan milik Pelindo, penanganan akan dilakukan secara bertahap, meliputi penguatan tanggul eksisting sepanjang sekitar 1 km dan pembangunan pelindung terhadap tanggul eksisting sepanjang sekitar 200 meter.
Sementara untuk kawasan Ancol, penanganan akan dilaksanakan oleh pihak Ancol dan pada segmen RE Martadinata, pekerjaan akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun anggaran 2025-2027. (jo)







Komentar