oleh

Sudah Mewabah di Asia, Gubernur DKI Pramono Tegaskan Jakarta Belum Ada Kasus Virus Nipah

JAKARTA – Virus Nipah meski sudah mewabah di sejumlah negara, terutama Asia, namun diharapkan penyakit tersebut tidak menyebar di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan hingga saat ini belum ditemukan laporan mengenai warga yang terinfeksi virus Nipah di Ibukota.

“Meski di Jakarta belum ada kasus Nipah, tapi warga jangan terus bersantai dan tidak menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang merupakan salah satu pencegahan tertularnya penyakit,” kata Pramono kepada wartawan di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (3/2).

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia hingga antarmanusia. Saat ini hewan yang paling sering menularkan Nipah adalah jenis kelalawar. Gejalanya antara lain batuk, pilek, sesak napas yang cukup akut, disertai rasa mual.

Meski kondisi masih terpantau aman, kata Pramono, namun Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat guna mencegah potensi penyebaran virus tersebut. “Sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus Nipah. Tapi warga tetap harus waspada dan menjaga PHBS,” ujar Pramono didampingi Walikota Jakarta Barat Iin Mutmainah.

Pramono mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Menteri Kesehatan RI untuk memantau situasi perkembangan virus Nipah. Ia juga menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI agar segera melakukan langkah antisipasi. “Mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi untuk itu dan saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera mengatasi, menangani itu,” katanya.

Selain virus Nipah, Pramono juga mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada terhadap penyakit lainnya, termasuk Leptospirosis yakni penyakit yang ditularkan melalui urine tikus, yang kerap mengintai warga saat musim penghujan.

“Mudah-mudahan Jakarta lebih tanggap, karena persoalan yang menyangkut virus Nipah, terus kemudian yang kemarin kencing tikus dan sebagainya, mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta,” tandas Pramono.

Sebagaimana diketahui virus Nipah yang pertama kali ditemukan di Malaysia yakni Sungai Nipah, kini mulai mewabah di sejumlah negara Asia seperti Malaysia, India, Banglades, dan lainnya. Bahkan kemarin ditemukan satu kasus di Indonesia yakni di luar kota Jakarta. Diharapkan virus ini dapat segera terkendali sehingga tidak mewabah lagi. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *