oleh

PP dan Karang Taruna Desak Usut Tuntas Pencemaran Minyak Mentah di Kepulauan Seribu

POSKOTA.CO-Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) dan Organisasi Kepemudaan Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Seribu mendesak pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas pencemaran minyak mentah (oil spill) yang dalam dua hari ini mengotori perairan dan pantai pulau-pulau permukiman di Kepulauan Seribu.

“Lagi dan lagi, pencemaran selalu terjadi. Kami sering bersuara dan mendesak adanya tindakan hukum nyata bagi mereka yang sengaja atau tidak sengaja melakukan pencemaran. Tapi, fakta hingga hari ini, semuanya tidak pernah selesai,” ungkap Lukman Hadi, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (PP) Kepulauan Seribu, Kamis (3/11/2022).

Ditegaskan Lukman, kasus pencemaran sangat merugikan dan sudah saatnya penyelesaian dilakukan sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Bahkan harus dikenakan pidana bagi siapa saja, perusahaan dan atau lainnya yang secara data dan fakta telah menjadi sumber pencemaran.

“Bukan saatnya lagi kompromi, harus dibawa ke rana hukum agar menjadi efek jera bagi mereka yang menjadi sumber pencemaran. PP Kepulauan Seribu akan kawal dan memastikan kasus ini hingga selesai dan pelaku mendapat hukuman sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Karang Taruna Kepulauan Seribu, Wahyu Hidayat. Dia berharap dan meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu serta mendesak Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu (TNKpS) untuk mengambil tindakan tegas dan melakukan upaya-upaya nyata dalam perlindungan dan pelestarian alam yang berkelanjutan.

“Kasus ini terus berulang dan bahkan tiap tahun ada, ini membuktikan minimnya keseriusan pihak terkait dalam menindaklanjuti kasus-kasus pencemaran yang lalu,” ucap Wahyu.

Wahyu juga menyampaikan, pencemaran minyak mentah yang terjadi selang dua hari ini cukup banyak dan pulau-pulau permukiman seperti Pulau Kelapa, Pulau Harapan dan Pulau Pramuka telah ditemukan lempengan pek berwarna hitam pekat, baik itu di sekitar perairan dan yang sudah terdampar di pantai.

“Informasi dari teman-teman, pek bukan hanya ada di Pulau Kelapa dan Harapan. Saat ini sudah ada dan mengotori pantai Pulau Pramuka dan sebagian lagi hanyut mengarah Pulau Panggang,” terangnya.

Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa Muslim mengatakan, bahwa minyak mentah yang mencemari pantai dan perairan di Kepulauan Seribu telah mulai dan sedang dalam proses lidik oleh pihak Kepolisian. “Pek diambil sebagai barang bukti Kepolisian, proses lidik,” ujarnya.

Saat diminta keterangan anak perusahaan PT Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) OSES selaku eksplorer operator minyak dan gas bumi di Kepulauan Seribu menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengalami kebocoran. Namun begitu, PHE akan terus berkoordinasi dan mengambil sampel pek untuk dilakukan pengujian.

“Pada prinsipnya perusahaan akan membantu membersihkan sebagai wujud kepedulian lingkungan sambil menunggu finger print dari sampel yang ada,” jelas sumber dari PT PHE OSES yang namanya tidak disebutkan. (furqon/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *