oleh

Peserta Lomba Lebih 15 Ribu dari Seluruh Indonesia, Dispusip DKI Sukses Gelar HB Jassin Award 2025 Serasa Even Nasional

JAKARTA – Piala HB Jassin yang digelar tiap tahun oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) DKI Jakarta kini mendadak jadi hajatan nasional. Jumlah peserta lomba HB Jassin Award tahun 2025 mencapai 15.370 peserta yang tersebar dari berbagai propinsi di Indonesia atau melonjak enam kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan kepeminatan generasi terhadap dunia sastra makin meningkat. Ini menjadi sinyal bahwa generasi penerus dunia sastra Indonesia terus berlanjut. Peserta HB Jassin Award yang kini mencapai lebih dari 15 ribu peserta. Bahkan banyak sekali peserta dari luar daerah sehingga mengesankan penghargaan ini jadi hajatan menjadi rasa nasional,” kata Kepala Dinas Pusip Nasruddin Djoko Surjono pada acara pengumuman pemenang di Taman Ismail Marzuki (TIM) Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/10) malam.

Membludaknya peserta lomba sastra yang terdiri dari empat kategori yakni Musikalisasi Puisi Tingkat SMA, Lomba Cerpen Tingkat Internasional, Lomba Kritik Sastra Nasional, Baca Puisi Tingkat Nasional, dan Sastrawan Pemenang Piala HB Jassin. Khususnya untuk empat kategori teratas panitia memberikan hadiah uang tunai masing-masing sekitar 90 juta. Secara panitia menggelontorkan uang hadiah hampir Rp 360 juta. “Dengan besaran hadiah ini mungkin menjadi daya tarik peserta juga,” ungkap Nasruddin pada acara yang dimeriahkan penampilan Ebiet G Ade, salah satu anggota komunitas seniman TIM.

Pada kesempatan ini, Nasrudin juga menyampaikan terima kasih atas kinerja dewan juri yang telah menyeleksi begitu banyak materi dari peserta lomba. “Saya yakin dalam proses penetapan pemenang, dewan juri bekerja profesional karena istri saya juga ikut mengikuti lomba tapi tidak menang,” ungkap Nasrudin sambil bercanda.

Kepala Pengelola Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, Diki Lukman Hakim menambahkan bahwa kegiatan award ini sudah semakin meluas dan mengarah pada festival. “Kalau tahun sebelumnya hanya lomba, tapi tahun ini susah menjadi festival yang terdiri dari lomba berbagai kegiatan lainnya,” ujar Diki sambil menambahkan bahwa lomba terdiri dari empat kategori ditambah penghargaan Pemenang Sastra HB Jassin yang diberikan kepada tokoh sastra dan film nasional Putu Wijaya.

Putu Wijaya yang sudah berusia 81 tahun tampak bahagia mendapat penghargaan yang diberikan oleh Kadis Pusip Nasruddin. Sambil berjongkok dan menundukkan Kepala Nasruddin menyerahkan piala dan hadiah uang tunai kepada tokoh senior yang kesehariannya kini duduk di atas kursi roda. Ribuan undangan yang terdiri dari peserta lomba maupun komunitas seni, termasuk penyanyi Ebiet memberikan tepuk tangan yang membahana di ruang Teater Besar TIM.

Selain memberikan Anugerah Sastrawan kepada Putu Wijaya, panitia juga menetapkan pemenang dari empat kategori, masing-masing terdiri dari 10 orang yakni juara I-V ditambah lima finalis. Kategori 1 yakni Musikalisasi Puisi Tingkat SMA dimenangkan Jejak Aksara Terbaik 1 SMK Muhammadiyah 4 Jakarta, Tranceco terbaik 2 SMAN 81 Jakarta , dan Cihuy Namju Terbaik 3 SMAN 67 Jakarta

Kategori Penulis Cerpen dimenangkan
Jantan Putra Bangsa Terbaik 1 Yogyakarta, Rini Febriani Terbaik 2 Jambi,
Pazri Azhari Terbaik 3 Bogor

Kategori Baca Puisi yakni Akbar Julian Terbaik 1 Bandung, Mohammad Nuruddin terbaik 2 Madura, Bode Riswandi Terbaik 3 Tasikmalaya

Kategori Kritik Essai yakni Authonul Muther Terbaik 1 Malang, Via Ajeng Mulyani Terbaik 2 Ngawi, dan Cindy Wijaya Terbaik 3 Tangerang. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *