JAKARTA–Imbas proyek pembangunan Stasiun Kota, Jakarta Barat pihak PT MRT Jakarta (Perseroda) bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) selama tiga bulan. Rekayasa dimulai sejak Sabtu (15/2/2025) sampai dengan Selasa (20/5/2025).
Proyek ini adalah bagian kelanjutan pembangunan lintas utara-selatan fase 2A. “Area Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) Kota akan dilakukan perluasan area kerja dengan penggeseran pagar proyek ke sisi barat dan selatan,” kata Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo di Jakarta, Senin (17/2/2025).
Penggeseran pagar proyek berdampak pada penyempitan jalur kendaraan pada Jalan Pintu Besar Utara sisi barat (ke arah utara), khususnya di depan Museum Mandiri (Jakarta Barat) menjadi satu lajur. Sedangkan arus lalu lintas pada Jalan Pintu Besar Utara sisi timur (ke arah selatan) tetap dipertahankan menjadi dua lajur kendaraan.
Arus lalu lintas pada Jalan Jembatan Batu untuk kedua arah menurut Pratomkbakan mengalami penyempitan dari yang semula tiga lajur berubah menjadi dua lajur kendaraan. “Penyempitan terjadi dari Simpang Asemka hingga Halte TransJakarta Mangga Dua Raya. Sedang Jalan Mangga Dua Raya akan tetap tiga lajur kendaraan untuk masing-masing arah,” ujar Pramono.
Sementara arus lalu lintas pada Jalan Pintu Besar Selatan tidak mengalami perubahan. Untuk akses keluar dan masuk masih tetap menggunakan sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan bagi Transjakarta dan penghuni serta pelanggan.
Rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai bagian dari pembangunan entre 4 Stasiun Kota. Ke depan stasiun ini akan terintegrasi dengan Stasiun KAI Jakarta Kota dan koridor utara yang menghubungkan konstruksi kotak stasiun (station box) dan pintu masuk sisi utara Stasiun Kota.
Dikatakan Pramono, rekayasa lalu lintas telah melalui koordinasi erat dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta.
Stasiun Kota bersama Stasiun Glodok berada di dalam paket kontrak CP203, termasuk pembangunan dua terowongan dari Stasiun Mangga Besar. Proyek ini dikerjakan PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Sumitomo Mitsui Construction Company Jakarta–Hutama Karya Joint Operation (SMCC-HK JO) selaku kontraktor pelaksana.
Meski ada pembangunan proyek tersebut, pihak MRT Jakarta senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung. Petigas akan memasang rambu lalu lintas, marka jalan dan lampu penerangan jalan umum (PJU) untuk keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan.(Omi/fs)







Komentar