DEPOK – Kondisi bangunan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Mekarsari, Cimanggis, Kota Depok memprihatinkan, akibatnya sejumlah wali murid merasa waswas akan anaknya yang belajar selama ini di sekolah tersebut.
“Kami merasa khawatir anak saya yang belajar di SDN Mekarsari 5 Cimanggis nanti bakal terjadi masalah, ” kata Ny. Nur, wali murid, Selasa (3/2/2026).
Kondisi bangunan yang mangkrak di dua lantai atas sangat membahayakan anak didik, dan itu sudah terjadi hampir 5 tahun lamanya tapi hingga kini belum mendapatkan perhatian Pemkot Depok.
Menurut Nur, setiap hari mengantarkan anaknya ini berharap agar pembangunan sekolah segera selesai, sehingga murid bisa masuk pagi hari semua. “Iya takutlah, karena bangunan belum selesai gitu kan jadi membahayakan murid-murid. Lihat saja tuh bangunan ruangan kelas dan besi yang nonjol gitu, bahaya banget kan,” katanya.
Wakil Kepala SDN Mekarsari 5 Ciamnggis Ahmad mengatakan, kondisi terbengkalai ini sudah berlangsung cukup lama, sekitar kurang lebih sih sudah 5 tahun saat mulai dibangun atau direhab SDN Mekarsari 5. “Kegiatan pembangunan yang seharusnya tiga lantai, sampai saat ini masih kurang dua lantai. Kondisi tersebut tidak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar (KBM) peserta didik,” ujarnya.
Untuk mengatasi kegiatan belajar dan mengajar terpaksa dilakukan dua shift, dengan cara masuk pagi dan siang hari. “Harapan kami hanya ingin sekolah ini cepat rampung supaya pembelajaran berjalan lancar dan keamanan siswa lebih terjamin,” tambah Ahmad.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Raden Muchamad Zakkya Fauzanmenjelaskan, menurut aturan memang sebelumnya pembangunan sekolah dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim), dan Disdik hanya penerima manfaat saja.
“Tadi saya sudah konfirmasikan ke Sarpras, untuk tahun ini, memang rencananya kan pemeliharaan SD itu kan akan dikembalikan ke Disdik, di bidang Sarpras (Sarana Prasarana-red). Yang kondisinya hampir sama kayak SDN Mekarsari 5 itu memang ada beberapa, ada beberapa sekolah yang tidak selesai sampai dengan lantai tiganya. Jadi cuma diselesaikan lantai 1, lantai 2 gitu. Jadi 100 persen yang dari Disrumkim itu, dari konsultan, dari kontraktor pekerjaan, itu memang sebatas sampai lantai 2 dan tapak untuk persiapan lantai 3,” papar Zakkya.
Bukan hanya di SDN Mekarsari 5 saja, tambah Zakkya, di SDN Depok 1 dan juga sekolah yang terletak di wilayah Duren Seribu juga ada kasus serupa. “Nah, kalau untuk SDN Mekarsari 5, tahun ini direncanakan nanti di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2026 akan dikaji ulang, bisa DED (Detail Engineering Design) yang semula ada di Disrumkim oleh Sarpras. Baru DED-nya doang tapi, rencananya tahun ini. Insya Allah tahun depan mudah-mudahan bisa di intervensi lagi untuk pembangunan sisanya,” tuturnya. (*/anton)







Komentar