oleh

Kerahkan 600 Personel Gabungan, Pemkot Jaksel Gelar Kerja Bakti Keruk Kali Ciliwung Segmen Jl Bina Marga dan Phb

JAKARTA – Sebanyak 600 petugas gabungan Forkopimda Jakarta Selatan melakukan kerja bakti skala besar dalam rangka antisipasi banjir. Kegiatan berupa pengerukan kali, saluran penghubung, dan tali air berpusat di titik Kali Ciliwung Jl Bina Warga RW 07 Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Minggu (8/2).

Walikota Jakarta Selatan M. Anwar menegaskan kerja bakti ini untuk mengurangi rawan banjir di kolong jembatan Jalan Raya Kalibata. “Pada kegiatan yang diprakarsai Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan diback-up sejumlah OPD terkait, serta mitra dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Kodim. Jumlah totalnya sekitar 600 personil yang disebar di sejumlah titik,” kata M. Anwar.

Ratusan petugas yang berkumpul di lokasi sejak pukul 06.00 tetap bersemangat tinggi melakukan bersih-bersih lingkungan walaupun diguyur hujan dari pagi hingga jelang siang. Sebagian besar petugas mengenakan jas hujan sambil membersihkan berbagai jenis kotoran yang menyumbang aliran air.

Kerja bakti meliputi pengerukan Kali Ciliwung segmen Jalan Bina Marga, pengurasan saluran inlet pompa dan outlet pintu air di Tanggul Kali Ciliwung Kelurahan Rawajati, serta pembersihan sampah di lingkungan RW 07.  Untuk detailnya yang jawab Pak Kasudin SDA yang jelaskan,” ujar M. Anwar didampingi sejumlah pejabat Pemkot Jaksel. Turut hadir Kepala Dinas Taman dan Hutan DKI Fajar Sauri.

Sementara itu Kasudin SDA Jakarta Selatan Dr. Santo, SST, MSi menambahkan, pekerjaan utama dari kerja bakti ini adalah mengeruk lumpur Kali Ciliwung yang sering meluap bila terjadi hujan deras maupun kiriman dari hulu. “Kami mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses pengerukan Kali Ciliwung yang diprediksi selesai dalam waktu dua bulan karena banyaknya sedimen di badan sungai,” jelas Santo.

Selain menurunkan dua unit ekskavator, dan juga didukung dengan lima unit dump truk, serta pasukan pelangi yang ada di Jakarta Selatan, diharapkan dapat menurunkan banjir secara signifikan.
Untuk pembersihan lingkungan permukiman, Santo menargetkan pekerjaan bisa rampung dalam satu hari.
Untuk yang lingkungan ini yang kami usahakan, hari ini selesai. Untuk selanjutnya bergeser di titik lainnya,” ujar Santo.

Meski demikian, pengerukan di Kali Ciliwung diperkirakan memerlukan waktu lebih panjang. “Tapi untuk pengerukan Kali Ciliwung, ini sekitar dua bulan, kami bisa selesaikan,” jelas Santo.

Dia menambahkan, kegiatan di Rawajati ini menjadi titik konsentrasi kerja bakti lintas kecamatan di Jakarta Selatan.
“Ini kerja bakti, ini semua kecamatan dan Jaksel terpusatnya di sini, tapi tersebar di tingkat kota,” kata Santo. Dia juga memastikan kegiatan serupa akan dilakukan di wilayah lainnya.
“Kalau wilayah lain, kami nanti akan lakukan. Kami sudah setiap bulan lakukan kerja bakti sekaligus. Jadi rutin, sudah rutin,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *