oleh

Jika Tanpa OMC Banjir Jakarta Pasti Lebih Parah, Wagub Rano: Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut Hingga 27 Januari

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan wakilnya Rano Karno berbagi tugas mengunjungi warga korban banjir maupun kondisi sungai, Jumat (23/1). Kunjungan tersebut untuk memastikan penanggulangan dan penanganan musibah berjalan baik.

Gubernur Pramono meninjau lokasi banjir dan sungai di wilayah Jakarta Utara, sedangkan Wagub Rano menyambangi wilayah Jakarta Barat di antaranya lokasi pengungsian di Rusunawa KS Tubun Palmerah dan Masjid Al-Fudhala di Perumahan Taman Kota, Cengkareng.

Di lokasi penampungan Rusunawa KS Tubun ada 65 jiwa dari 20 KK warga RT 01/01 Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah. Sedangkan di Masjid Al-Fudhala Perumahan Taman Kota, terdapat 60 jiwa dari 14 KK warga RT 04/08 Kelurahan Kedaung Kali Angke, Cengkareng yang mengungsi.

Di kedua lokasi, Rano sempat berdialog dan menyerap aspirasi yang disampaikan warga untuk mengatasi genangan ke depan. Tak hanya itu, kepada warga di dua lokasi pengungsian ini Rano juga secara simbolis menyerahkan berbagai bantuan logistik. Diantaranya paket makanan siap saji, selimut, peralatan masak, alas tidur dan diapers balita serta lansia.

“Saya bersama Pak Gubernur, hari ini berbagi tugas turun langsung untuk memastikan keadaan warga di pengungsian tertangani baik,” ucap Rano.
Dijelaskan Rano, genangan yang terjadi pada sejumlah jalan dan permukiman warga dipicu cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dengan durasi lama di Jakarta. Diperkirakan, kondisi cuaca ini berlangsung hingga 27 Januari mendatang.

“Sebagai antisipasi, jajaran Sumber Daya Air (SDA) dan seluruh perangkat wilayah telah standby dan melaksanakan tugas tanpa mengenal waktu,” imbuh Rano.
Selain penanganan dampak genangan dan pengungsian, Rano juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan BMKG dan TNI AU telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak Kamis (22/1) kemarin.

“Dalam beberapa hari ini curah hujan sangat lebat sehingga dinamakan cuaca ekstrem. Jika kita tidak melakukan OMC berupa pemindahan curah hujan di darat ke laut, dapat dipastikan banjir di Jakarta jauh lebih parah dari saat ini,” ujar Rano.

Untuk itu, tindakan OMC yang telah dilakukan dari tanggal 16 hingga 22 Januari, atas perintah Gubernur Pramono dilanjutkan lagi dari hari ini hingga 27 Januari. “Untuk selanjutnya OMC akan terus dievaluasi menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca,” tandas Rano. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *